Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Dewan Buleleng Dukung Ganti Bahan Bakar Pembangkit Listrik ke Gas

29 Oktober 2019, 09: 37: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewan Buleleng Dukung Ganti Bahan Bakar Pembangkit Listrik ke Gas

Putu Mangku Budiasa, Ketua Komisi II DPRD Buleleng (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Langkah Gubernur Bali mendesak PLTU Celukan Bawang dan seluruh pembangkit listrik di Bali beralih ke bahan bakar gas mendapat dukungan Komisi II DPRD Buleleng. Kendati mahal, namun langkah itu dianggap tepat untuk penyelamatan lingkungan.

Dukungan itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa, Senin (28/10) siang kemarin. Menurutnya rencana yang bakal direalisasikan tahun 2020 mendatang dianggap tepat, dengan status Bali sebagai destinasi wisata internasional. Meski mendukung, Budiasa tak menampik jika harga gas memang cukup mahal, dibandingkan dengan batu bara. 

“Secara hitung-hitungan bisnis, batu bara memang jauh lebih rendah. Sehingga hasil penjualan listriknya sangat berpengaruh. Dibandingkan pakai gas, harganya sudah pasti lebih mahal. Tapi kalau Pemerintah Provinsi (Bali) sudah menolak, ya kami sangat mendukung hal itu. Bahkan kami mendorong agar proses ini segera dieksekusi,” terangnya. 

Dikatakan Budiasa, kendati dampaknya terhadap kenaikan tarif listrik, namun hal itu dinilai lebih logis, karena resiko kerusakan lingkungan bisa ditanggulangi. Ketimbang, sambungnya, harga listrik murah, tapi lingkungan hancur. 

“Ini kan persoalan pilihan saja. Mau pilih yang mana. Risiko usaha ya seperti itu. Jangan hanya ingin mengeruk keutungan yang banyak, dengan mengabaikan dampak buruk dari lingkungan itu. Saya rasa pemerintah juga sudah menyiapkan kajian dan solusinya,” imbuh Budiasa. 

Pihaknya juga tak menmpik, pembangkit listrik tenaga surya yang diklaim lebih ramah lingkungan akan sulit diwujudkan menggunakan APBD. Sebab anggaran yang dimiliki pemerintah daerah Buleleng saat ini masih minim.

Tetapi, bila saja pemerintah provinsi dapat membantu dari segi anggaran, daerah Buleleng khususnya di kawasan Kecamatan Gerokgak, sejatinya sangat memiliki potensi untuk dibangunnya pembangkit listrik tenaga surya. 

Apalagi di wilayah Gerokgak tepatnya di daerah Pulaki ke atas vegetasinya merupakan daerah kering. Menurutnya, kalau dipasang puluhan hektare panel surya, dia meyakini bakal mampu menghasilkan energi yang cukup. 

“Cuma, saya rasa kalau bersumber dari APBD (Buleleng) berat. Karena ada anggaran yang dimanfaatkan untuk yang lebih mendesak. Tapi kami akan coba untuk mengundang mendiskusikan ini dengan provinsi serta investor untuk berinvestasi dengan pola panel surya itu,” tutupnya. 

Dikonfirmasi terpisah, General Affair PT General Energi Bali (GEB) Indrianti Tanutanto mengaku belum dapat memberikan tanggapan terkait rencana Gubernur Wayan Koster. Khususnya terkait keinginan gubernur mengganti bahan bakar di PLTU Celukan Bawang menggunakan gas. “Maaf, saya masih belum bisa berkomentar, masih di Jakarta,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia