Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Karangasem Rancang Kerja Sama dengan Desa yang Punya Potensi

29 Oktober 2019, 20: 34: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Karangasem Rancang Kerja Sama dengan Desa yang Punya Potensi

PANORAMA ALAM: Salah satu obyek wisata bunga di wilayah Desa Besakih, Karangasem yang dipotret Bali Express, beberapa waktu lalu. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pemerintah Karangasem mulai mencium sektor-sektor yang kiranya berpotensi mempertebal kas daerah. Semua desa yang memiliki potensi pariwisata akan dirangkul. 

Dinas Pariwisata (Dispar) Karangasem seolah tak mau sumber-sumber pendapatan daerah tercecer. Pemerintah lantas merancang draf kerja sama dengan beberapa desa adat yang memilki potensi pariwisata. Beberapa objek taman bunga di wilayah sekitar Besakih, Kecamatan Rendang, misalnya.

Sistem kerjanya, pemerintah dan pengelola akan berbagi hasil pendapatan. Ini baru bisa dilakukan asalkan pemerintah sudah menjalin kerja sama dengan pihak pengelola wisata. Pemerintah nanti akan menempatkan petugas pungut retribusi di masing-masing objek wisata.

Meski demikian, Dispar tak mau gegabah. Mereka harus menunggu rekomendasi DPRD Karangasem turun. Jika rekomendasi turun, barulah Dispar melakukan penjajakan. Sehingga ada dasar hukum yang melandasi penagihan retribusi di beberapa objek wisata yang diajak kerja sama.

Kepala Dispar Karangasem I Ketut Sedana Merta mengakui, rancangan draf kerja sama sudah ada. Ini menyangkut hak dan kewajiban antara pengelola wisata dan pemerintah. Secara teknis, setelah penandatanganan kerja sama dilakukan, hasil pendapatan akan dibagi. Sebanyak 75 persen untuk pengelola, sisanya diberikan ke pemerintah.

"Di Besakih ada tiga desa adat yang punya potensi wisata taman bunga. Potensi-potensi itu yang harus dipayungi. Pemerintah bisa melakukan pungutan. Kalau tanpa ada kerjasama, kami tidak berani menarika pungutan. Takut petugas berurusan dengan penegak hukum," ungkap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Karangasem ini.

Meski diakui target hasil dari pungutan obyek wisata taman bunga masih kecil, tapi hal ini cukup menambah pemasukan kas daerah. Baginya, segala sesuatu yang digarap optimal, tentu akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. "Kalau rekomendasi DPRD bisa secepatnya, kami bisa lakukan penandatanganan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Karangasem I Wayan Sunarta mengatakan, draf kerjasama antara desa adat dengan Pemkab Karangasem sedang dipelajari. Namun DPRD ingin mendengar dasar hukumnya agar ada kejelasan. "Dasar kesepakatan itu kami juga ingin mengetahui dasar hukumnya, jangan sampai nanti timbul masalah," ujar Sunarta. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia