Minggu, 23 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Mantan Bupati Candra Mencuat Lagi, Kejari Bidik Tersangka Baru

30 Oktober 2019, 22: 04: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Mantan Bupati Candra Mencuat Lagi, Kejari Bidik Tersangka Baru

Kajari Klungkung Otto Sompotan (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung kembali “membangunkan” kasus terpidana korupsi, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang mantan Bupati Klungkung dua periode I Wayan Candra.

Kajari Klungkung Otto Sompotan menyatakan telah membidik tersangka baru. Penetapan tersangka diupayakan secepatnya. “Sisa dua bulan ini kami tetapkan tersangka,” tegas Otto Sompotan didampingi sejumlah kepala seksi, Rabu (30/10).

Otto mengungkapkan, pihaknya kembali mengembangkan kasus terpidana tersebut setelah mempelajari kasus Candra yang telah berkekuatan hukum tetap. Setelah dikembangkan, ternyata ditemukan bukti-bukti baru. Ada pihak lain diduga ikut membantu Candra menyembunyikan hasil korupsinya. Namun belum dijerat hukum.

Namun  pihaknya belum mau buka suara identitas orang yang dibidik menjadi tersangka baru tersebut. Apakah masih keluarga Candra atau pihak lain. Pun ketika disinggung terkait profesi calon tersangkanya, juga belum mau diungkap ke publik. Pihaknya berharap semua pihak bersabar. Kejaksaan masih bekerja.

Yang jelas, lanjutnya, sejumlah orang sudah dimintai keterangan. Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan sejak pertengahan 2019, mengerucut ke pihak yang seharusnya bertanggung jawab.  “Bisa tindak pidana korupsi, juga money laundering (pencucian uang). Ada tindakan seperti menyamarkan harta kekayaan diperoleh dari tindak pidana atau korupsi,” tegas Otto tanpa merinci peran orang yang menjadi bidikan Korps Adhyaksa itu. Ia pun belum memastikan jumlah tersangkanya. “Penyelidikan masih satu orang. Nanti itu kembangkan lagi,” tandasnya.

Senada dengan Otto, Kasi Pidsus Kejari Klungkung I Kadek Wira Atmaja juga memilih tutup mulut. Wira yang secara teknis lebih tahu hasil penyelidikan, sebatas mengamini keterangan atasannya bahwa sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Penetapan tersangka masih menunggu waktu yang tepat. “Sabarlah,” pintanya.

Selain membidik tersangka baru, Kejari Klungkung juga tengah melakukan identifikasi aset Candra berupa tanah dan bangunan yang akan disita negara. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung, terdapat 53 bidang aset tanah. Dari jumlah itu, baru 23 bidang atau 3,5 hektare telah dieksekusi pada Kamis (19/9). Lokasinya di eks galian C wilayah Desa Tangkas.  Sisanya masih identifikasi. Kejari Klungkung juga tengah persiapan melakukan lelang beberapa aset mantan ketua DPC PDIP Klungkung yang dihukum 18 tahun penjara itu.

Seperti halnya berita sebelumnya, ketika Candra menempuh kasasi masalah hukumannya menjadi tambah berat. MA justru menjatuhkan vonis yang lebih berat. Candra dijatuhi hukuman pidana kurungan 18 tahun, denda Rp 10 miliar subsider satu tahun sembilan bulan penjara.

Tidak hanya itu, Wayan Candra juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 42 miliar dan seluruh asetnya sebanyak 60 bidang disita untuk negara.Vonis ini lebih berat dari putusan sebelumnya di tingkat Pengadilan Tinggi yang menjatuhkan hukuman hanya 15 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan dengan uang pengganti Rp 1,179 milyar. Sedangkan vonis di tingkat pertama, yaitu pengadilan Tipikor, Candra divonis 12 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan. Sedangkan uang pengganti sebesar Rp 1,197 miliar.

Uang pengganti tersebut, bila tidak dibayar, maka diganti dengan subsider kurungan selama lima tahun ditambah lagi dengan membayar uang perkara sebesar Rp 2.500. Putusan MA tersebut, ditandatangani oleh Ketua Muda Mahkamah Agung RI, Artidjo Alkostar, tertanggal 7 Maret 2016. 

Aset mantan bupati Klungkung ini sebanyak 60 bidang tanah termasuk uang di beberapa bank. Itu semuanya disita dan dikembalikan ke negara. Beberapa aset miliknya antara lain rumah yang disebut Puri Cempaka di Bypass IB Mantra, sebidang tanah di salah satu wilayah di Klungkung dan Nusa Penida, termasuk rumah di Kuta dan Denpasar.

Mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra divonis 12 tahun penjara dalam kasus tindak korupsi pengadaan tanah untuk Dermaga Gunaksa. Candra didakwa dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sebanyak Rp 9 miliar lebih untuk pengadaan tanah guna pembangunan Dermaga Gunaksa. Dia juga didakwa menerima grafitasi senilai Rp 42 miliar lebih, serta menyembunyikan harta atau uang hasil korupusi senilai Rp 60,2 miliar lebih, sehingga totalnya Rp 111,2 miliar lebih.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia