Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dibatasi Buang Sampah ke TPA Suwung, Badung ‘Mengadu’ ke Pusat

30 Oktober 2019, 22: 31: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dibatasi Buang Sampah ke TPA Suwung, Badung ‘Mengadu’ ke Pusat

TPA SUWUNG – Kebakaran sampah di TPA Suwung. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pemkab Badung berencana akan mengadakan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait pembatasan pembuangan sampah ke TPA Suwung. Sebab, keberadaan TPA Suwung yang melayani sampah dari Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Sarbagita), merupakan keputusan pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Menurutnya, saat ini Kabupaten Badung masih membuang sampah ke TPA Suwung, karena keputusan pemerintah pusat, sesuai konsep Sarbagita. “Kalau memang ada pemikiran tidak membolehkan untuk itu (membuang sampah di TPA Suwung, Red), kami akan komunikasi dengan pemerintah pusat,” ungkapnya, Rabu (30/10).

Meski begitu, jika memang akhirnya harus membuat TPA di Badung, dia menyatakan, akan berupaya menyiapkan. Namun agar tanah provinsi di wilayah Kabupaten Badung bisa dimanfaatkan sebagai TPA sementara. “Sementara sebelum kami memiliki TPA, menurut saya, harus diberikan waktu dua atau tiga bulan, sambil mempersiapkan diri,” katanya, seraya mengatakan soal pendanaan, pihaknya akan menganggarkan 2020 mendatang. 

Sementara Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan mendukung langkah Bupati Giri Prasta yang bakal berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Sebab, Badung membuang sampah ke TPA Suwung atas dasar kesepakatan bersama yang disepakati tahun 2000. Awalnya, kawasan TPA Suwung, kata dia, adalah tanah negara. Kemudian diserahkan kepada pemerintah Sarbagita untuk dikelola jadi TPA regional. “Atas dasar itu kami membuang sampah ke sana,” ungkapnya.

Pihaknya pun menyiapkan loader dan menggelontorkan anggaran sekitar Rp 1 miliar per tahun untuk operasional. Dalam kesepakatan bersama itu, ditetapkan untuk jangka waktu 20 tahun. “Makanya, Bapak Bupati mencanangkan untuk membangun TPA mandiri tahun 2021,” terangnya.

Mengenai tawaran tanah Pemprov Bali, Eka Merthawan mengaku sudah mengecek langsung bersama Biro Aset Provinsi Bali. Lokasi yang dicek yakni di kawasan Balangan, Ungasan, Kuta Selatan seluas 8 hektare dan di Sobangan, Mengwi, seluas 3 hektare. “Kebetulan lokasinya memang jauh dari rumah warga,” jelasnya.

Rencananya, pihaknya akan melakukan pemetaan tapal batas masing-masing tanah provinsi yang akan dijadikan tempat pembuangan sampah sementara. “Dua hari aksi bersih-bersih lokasi, maksimal empat hari kami sudah pindahkan sampah yang di Tuban ke tempat baru untuk sementara dulu,” lanjut Eka Merthawan.

Di samping itu, tanah provinsi di kawasan Canggu, Kuta Utara, juga dikaji untuk jadi tempat penampungan pengolahan sampah. Hanya saja saat ini masih dikontrak pihak ketiga. Namun bila nantinya juga bisa dimanfaatkan, menurutnya, lebih bagus. “Jadi pengolahan sampah bisa dilakukan di Badung selatan, Badung tengah, dan Badung utara,” pungkas pejabat asal Sempidi, Mengwi tersebut.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia