Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

KAHMI Badung Gelar Dialog Kebangsaan; UU Bali untuk Kemandirian

01 November 2019, 09: 50: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

KAHMI Badung Gelar Dialog Kebangsaan; UU Bali untuk Kemandirian

DIALOG KEBANGSAAN: KAHMI Kabupaten Badung menggelar dialog kebangsaan dalam rangka mempertegas Sumpah Pemuda. (HARIAN NORIS/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Guna meneguhkan kembali marwah Sumpah Pemuda, KAHMI Kabupaten Badung pada Kamis (31/10) kemarin secara khusus menggelar dialog kebangsaan. Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber, seperti H. Bambang Santoso sebagai salah satu Anggota DPD RI asal Bali, Ketua KNPI Bali Nyoman Antaguna, dan akademisi Undiknas Dr.Nyoman Subanda. Tidak itu saja, acara dialog kemarin juga diikuti beberapa organisasi kemahasiswaan, seperti HMI, IPNU, IPPNU, KNPI dan BEM universitas yang ada di Denpasar.

H. Bambang mengungkapkan, UU Provinsi Bali memiliki semangat kesetaraan. “(itu) Sesuai dengan hasil konsultasi dengan Bapak Gubernur. Kami akan meninjau seberapa jauh tahapannya dan telaah lebih jauh isinya. Yang jelas semangatnya ke-bhinnekaan dan ke Indonesia-an,” jelas H. Bambang.

Dia juga menegaskan, UU Provinsi Bali ini tidak untuk membuat Bali menjadi otonomi khusus. “Bapak gubernur tidak ingin otonomi khusus. UU ini bertujuan agar lebih mandirilah,” jawabnya didepan awak media.

Pada dialog kebangsaan dengan tema ‘Menjaga Marwah Sumpah Pemuda Untuk Merawat Kebhinnekaan Persatuan dan Kesatuan NKRI’, H. Bambang juga menyampaikan mengenai pentingnya memaknai kembali Sumpah Pemuda demi kemajuan Indonesia sebagai bangsa. “Sumpah Pemuda merefleksikan persatuan. Skill, power, kreatif harus melekatkan dalam diri pemuda. Sehingga Sumpah Pemuda itu kami dorong untuk meraih kemajuan dan keadilan. Sehingga memiliki marwah bangsa yang tinggi,” terangnya.

Tidak hanya itu, H. Bambang juga menekankan dalam dialog kemarin, bahwa marwah kebangsaan tidak lagi melihat perbedaan suku, ras dan agama. “Kita tidak melihat lagi dari suku ini, bangsa ini. Karena semangat kebangsaan merupakan semangat kebangsaan, semangat untuk makmur bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, akademisi Undiknas Dr.Nyoman Subanda menyampaikan, fenomena globalisasi yang menerpa anak muda. “Fenomena globalisasi sekarang yang berupa interaksi kultural lebih banyak melalui media massa, berkurangnya peran negara, munculnya wabah kebersamaan yang dibangun generasi muda,” paparnya.

Sedangkan Ketua KNPI Bali Nyoman Antaguna menyampaikan kepada elemen pemuda yang hadir, terkait sorotanya pada kondisi ketergantungan gadget (HP) yang mewabah di masyarakat. Dia pun membandingkan bagaimana aktivitas antara seorang wisatawan di Pantai Kuta, dengan warga lokal di tempat yang sama. “Jika kita ke Pantai Kuta, ada bule, ada orang lokal. Bulenya baca buku, orang lokal main gadget,” bebernya. 

(bx/ris/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia