Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Warga Tolak Tambak Ikan Krapu di Sumberkima, Khawatir Pencemaran

01 November 2019, 20: 28: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Warga Tolak Tambak Ikan Krapu di Sumberkima, Khawatir Pencemaran

SIDAK : Sejumlah Anggota Komisi I DPRD Buleleng melakukan sidak terhadap tambak ikan krapu di Dusun Sumber Pao, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Jumat (1/11) siang. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GEROKGAK, BALI EXPRESS - Keberadaan tambak ikan krapu yang berlokasi di Dusun Sumber Pao, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak ditolak sejumlah warga. Warga setempat khawatir, limbah yang dihasilkan dari tambak tersebut mencemari lingkungan dan berdampak terhadap kesehatan warga. Tak pelak, penolakan ini membuat Komisi I DPRD Buleleng turun ke lokasi.

Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Buleleng Gede Odhy Busana bersama anggota, didampingi Camat Gerokgak serta perangkat Desa Sumberkima, pada Jumat (1/11) siang. Mereka turun untuk meninjau lokasi pembangunan tambak krapu yang kini dipermasalahkan oleh beberapa warga penyanding.

Lam Suri, salah seorang warga yang menolak pembangunan tambak krapu, mengatakan, selama ini pihak perusahaan tambak belum pernah melakukan sosialisasi langsung kepada warga sekitar. Namun hanya sekedar mengirim perwakilan perusahaan untuk berkomunikasi dengan beberapa warga.

 "Selama ini gak ada dari perusahaan turun sosialisasi ke warga, tapi hanya dikirim penanggung jawab usaha yang berkomunikasi dengan warga. Kami menolak, karena takut kedepannya akan adanya pencemaran limbah yang justru tidak baik bagi kesehatan warga di sini," kata Lam Suri.

Atas penolakan tersebut, penanggung jawab pihak perusahaan tambak krapu, Wayan Sulandra menjelaskan, tambak ini sudah ada sejak 3 tahun lalu. Hanya sempat berhenti beberapa waktu karena ada persoalan di internal perusahaan. "Kami sudah pernah sosialisasi dan tidak ada masalah. Tambak ini kan sudah berdiri kisaran tiga tahun lalu, walaupun dapat berhenti sementara," jelas Sulandra.

Menyikapi hal itu Ketua Komisi I DPRD Buleleng, Gede Odhy Busana meminta, agar permasalahan ini diselesaikan secara musyawarah di desa. Pihaknya juga mendorong agar perangkat Desa Sumberkima memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak, termasuk bila perlu juga mengundang dinas terkait maupun Komisi I DPRD Buleleng.

"Kalau dilihat dari apa yang saya lihat dan dengar, ini hanya kurang komunikasi saja antara pengusaha dan warga. Makanya, kami mendorong agar kedua belah pihak bisa bertemu antara pemilik langsung dengan warga dan difasilitasi perangkat Desa Sumberkima, sehingga permasalahan ini bisa segera selesai," pungkas Odhy Busana.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia