Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Demokrat Lirik Marjana dan Tamba untuk Pilkada 2020

01 November 2019, 20: 36: 43 WIB | editor : I Putu Suyatra

Demokrat Lirik Marjana dan Tamba untuk Pilkada 2020

Made Mudarta (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Dua orang tokoh tengah dilirik Demokrat Bali untuk bisa disodorkan sebagai calon pemimpin pada Pilkada Serentak 2020 mendatang. Dua tokoh itu tidak lain mantan Dirut PT Pos, I Ketut Marjana, untuk Pilkada Bangli. Serta I Nengah Tamba yang masih terhitung kader Demokrat untuk Pilkada Jembrana.

Dua nama itu sudah dipastikan akan masuk dalam bursa survei di internal Demokrat untuk bisa diajukan sebagai calon kepala daerah di dua daerah tersebut. Ini seperti diungkapkan Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, Jumat kemarin (1/11).

“Adanya tokoh yang memiliki kapasitas di tingkat nasional tentu akan sangat bagus,” jelas Mudarta.

Bahkan menurut Mudarta, jajaran DPC Demokrat Bangli sudah berusaha membangun komunikasi ke Marjana. Sehingga, nama Marjana dipastikan akan masuk dalam survei di internal Demokrat.

“Jajaran DPC di Bangli sudah komunikasi. Kami akan masukkan dalam salah satu tokoh yang disurvei nanti. Baik popularistasnya maupun tingkat keterpilihannya,” sebut Mudarta.

Selain Bangli, tokoh yang juga sedang dilirik adalah Nengah Tambah yang kebetulan merupakan kader Demokrat. Menurutnya, mantan anggota DPRD Bali itu menjadi salah satu kader yang memiliki keseriusan untuk maju dalam pilkada.

“Di Jembrana kami punya Pak Tamba. Beliau juga serius. Karena kami juga perlu mencari yang serius dan punya nyali. Penting nyali itu. Karena banyak tokoh yang punya kemampuan, visioner, cakap, pintar tapi tidak ada keberanian untuk muncul,” imbuhnya.

Namun untuk Jembrana, dia masih berharap ada kalangan profesional yang bersedia ikut tampil dalam pilkada. “Yang dari kalangan profesional sedang kami gedor agar mau mengabdi untuk daerahnya,” sambung Mudarta.

Mengapa sejauh ini baru Bangli dan Jembrana? Menurut Mudarta, dari proses yang sedang dilakukan di internalnya baru di dua daerah itulah yang sudah sampai muncul tokoh-tokohnya. “Daerah lain juga sedang gerak. Tapi baru dua itu (Bangli dan Jembrana) yang muncul. Tapi ini baru awal. Jalan masih panjang menuju ke sana (pilakda),” sebutnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia