Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis
OTOTIPS

Ini Risiko Jika Ban Motor Kurang Angin

02 November 2019, 16: 38: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ini Risiko Jika Ban Motor Kurang Angin

BAN merupakan salah satu komponen paling penting dalam kendaraan bermotor. Maka, sangat perlu perawatan yang maksimal. Salah satunya adalah tidak boleh kekurangan angin. Karena jika kurang angin, maka bisa menimbulkan sejumlah kerugian dan bahkan bisa menggangu kenyamanan berkendara.

Berikut adalah hal-hal merugikan yang bisa Anda alami jika ban motor kekurangan angin:

1. Tarikan yang berat. Ban yang kekurangan angin akan tentunya tidak bisa berputar dengan sempurna. Dengan beban yang berat, maka tarikan motor akan semakin berat. Hal ini membuat berkendara menjadi tidak nyaman.

2. Ban habis tidak rata. Ban yang dibiarkan kurang angin, tentu akan mengalami pengikisan yang tidak seimbang. Dalam kondisi yang kempes, bagian ban yang menapak ke aspal hanyalah bagian pinggiran ban, sedang bagian tengahnya tertekuk ke atas. Akhirnya membuat bagian samping ban cepat habis.

3. Boros bahan bakar. Dalam kondisi yang kurang angin, jumlah telapak ban yang menempel ke aspal cenderung lebih banyak. Ini mengakibatkan gesekan antara permukaan ban dan aspal semakin besar. Dibutuhkan tenaga tambahan untuk melaju, besarnya gesekan membuat mesin bekerja lebih keras sehingga menyarap bahan bakan lebih banyak.

4. Benjolan pada ban. Sering menggunakan ban yang kurang angin dapat mengakibatkan munculnya benjolan pada dinding samping ban. Penyebab benjolan ini membuat sidewall jadi kurang kuat menahan benturan keras dan konstruksinya telah rusak.

5. Mengurangi performa pengereman. Tekanan angin ban yang rendah juga membuat waktu untuk berhenti menjadi lebih lama. Termasuk jika jalanan basah. Selain itu, kurang angin juga dapat membuat mobil mudah tergelincir, baik saat jalanan basah, dingin atau licin akibat salju. Namun saat kondisi jalanan kering, ban bisa mudah slip.

6.  Usia pakai ban lebih cepat. Ban dengan tekanan angin yang rendah diketahui mengurangi masa usia tapak ban hingga 25 persen. 

Oleh karena itu, jika ban kempie sebaiknya diisi dengan sesuai rekomendasi perusahaan mobil atau motor.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia