Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Terkendala Angkut Material, Proyek Jalan di Nusa Penida Molor

03 November 2019, 18: 59: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Terkendala Angkut Material, Proyek Jalan di Nusa Penida Molor

MOLOR : Proyek jalan Pondokhe-Senangka, Nusa Penida, Klungkung molor karena terkendala pengangkutan material. (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA,  BALI EXPRESS - Pengerjaan proyek jalan Pondokhe-Senangka, Nusa Penida, Klungkung molor 44 persen. Jalan pengaspalan yang dianggarkan Rp 7 miliar tersebut seharusnya sudah dikerjakan 93,56 persen. Namun dari 7 kilometer jalan itu, CV Surya Citra Karya baru bisa mengerjakan 48,97 persen. Hal tersebut terungkap saat Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, mengunjungi proyek tersebut, Minggu (3/11).

Kasta melakukan monitoring dan evaluasi (monev), didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Luh Ketut Ari Citrawati, Inspektur Daerah I Made Seger, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan I Gusti Ngurah Agung dan lainnya.  Selain proyek tersebut, hal serupa juga terjadi pada proyek jembatan Tukad Lanjang. Proyek di Desa Sakti tersebut molor 9 persen. Proyek dengan anggaran Rp 3,4 miliar itu seharusnya sudah digarap 49,85 persen. Namun CV Wulan Jaya baru bisa mengerjakan 40,19 persen.

Melihat progress itu, Kasta meminta kepada tim pelaksana supaya bisa memaksimalkan waktu yang tersisa, tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. “Kami berharap semua proyek yang ada di kepulauan Nusa Penida selesai tepat waktu, kualitas terjaga dan masyarakat Nusa Penida puas,” tegas Kasta.

Sedangkan tiga proyek lainnya sudah berjalan sesuai perencanaan, yakni jalan pertigaan Batumadeg-Sebuluh, Jalan Bunga Mekar-Sompang dan pembangunan tanggul pengaman pantai di wilayah Desa Batununggul.

Terhadap dua proyek molor itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung Ida Bagus Eka Putra menyampaikan, pihak pelaksana kedua proyek itu tidak mampu menggarap pekerjaan tepat waktu karena terkendala pengiriman material. Penyeberangan material sempat menggunakan kapal tongkang. Namun belakangan kapal tersebut mengalami kerusakan. Kemudian beralih ke kapal LCT. Hanya saja tidak bisa melayani cepat. Harus antre dengan penumpang lainnya. “Kalau tidak selesai tepat waktu, seperti ketentuan dikenakan denda,” ungkap Eka Putra.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia