Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Pak Oles: Hujan Mulai Datang, Bali Siap-Siap Banjir

04 November 2019, 09: 33: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Hujan Mulai Datang, Bali Siap-Siap Banjir

DENPASAR, BALI EXPRESS - Musim penghujan sepertinya sudah mulai datang. Bahkan dibeberapa daerah, dua hari kebelakang sudah mulai hujan. Jadi sudah tradisi ketika musim hujan Bali pasti akan banjir. Budaya buang sampah sembarangan masih menjadi penyebabnya.

Menurut Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, contoh kecil di jalan menuju Bedugul. Dua hari kebelakang memang daerah Bedugul dan sekitarnya sudah mulai hujan lumayan lebat, beberapa ruas jalan menuju Bedugul dipenuhi sampah plastik, karena got tersumbat sampah, kemudian airnya meluber ke jalan sekaligus sampahnya juga.

“Saya melintas menuju Bedugul, dua hari kebelakang sudah mulai hujan di Bedugul dan sekitarnya, sampah meluber, got tersumbat. Dan sampah dibiarkan memenuhi jalan, sampah plastik dominan,” jelas politisi Demokrat ini.

Menurut Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali ini, ketika musim penghujan segera tiba, Bali pasti akan mengalami banjir. Jalan-jalan akan penuh sampah meluber lantaran got tersumbat. Ini sudah menjadi rutinitas, namun tidak ada gerakan yang serius. “Sampah memenuhi jalan misalnya, masyarakat setempat juga akan membiarkan begitu saja. Jadi masyarakat menganggap kebersihan bukan tangungjawabnya,” cetus mantan calon Wakil Gubernur Bali ini.

Mantan Ketua Hanura ini mengatakan, mestinya kebersihan adalah tanggungjawab semua pihakm bukan tanggungjawab pemerintah semata. Karena kebersihan adalah pangkal kesehatan. Jadi ketika masyarakat apatis dengan kebersihan, jelas akan dapat balasan terkait dengan kondisi kesehatan lingkungan yang buruk. “Misalnya ketika musim kemarau, sampah dibuang sembarangan. Musim hujan dapat hadiah banjir. Kemudian ujung-ujungnya juga genangan air membuat demam berdarah,” imbuh salah satu pengusaha sukses Bali ini.

Tak hanya itu, Pak Oles berharap pemerintah mengambil peran yang tegas dengan kondisi ini. Semasih musim penghujan belum tinggi, kerahkan semua kekuatan melibatkan masyarakat untuk membersihkan got, sungai, gorong-gorong dan lainnya. Kemudian masing-masing bupati/walikota untuk memerintahkan camat agar memberikan instruksi ke pemerintahan terbawah yaitu kepala desa dan lurah untuk bergerak maksimal.

“Kalau kepala desa dan lurah tidak tanggap untuk antisipasi banjir, berikan sanksi. Dan jika memang bagus langkah-langkahnya berikan penghargaan,” pungkas alumnus Faculty of Agriculture Universitas of The Ryukyus Jepang ini.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia