Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pentolan Ormas Asal Gianyar, “Dewa Saraf”, Meninggal

04 November 2019, 19: 16: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pentolan Ormas Asal Gianyar, “Dewa Saraf”,  Meninggal

Almarhum Dewa Putu Ngurah yang punya nama beken Dewa Saraf. (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pentolan salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Bali, Dewa Putu Ngurah yang punya nama beken Dewa Saraf, meninggal dunia Minggu siang (3/11) karena sakit komplikasi. Jenazah pria asal Banjar Pas Dalem, Kelurahan/Kecamatan Gianyar tersebut, saat ini masih dititipkan di rumah duka RS Wangaya Kota Denpasar. Rencananya akan dipulangkan 7 November 2019, sedangkan untuk prosesi pengabenan dilakukan pada 9 November 2019 mendatang.

Salah satu keluarga almarhum yang enggan dikorankan menjelaskan, Dewa Putu Ngurah meninggal dunia karena komplikasi diabet. Lantaran terlalu lama sakit, sehingga terjadi komplikasi yang berujung pada kematian. “Sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Terakhir, Sabtu (2/11) diajak ke RS Wangaya, dan besoknya pas Minggu (3/11) siang meninggal,” jelas pria yang mengaku saudara almarhum saat ditemui di rumahnya, Senin (4/11).

Pentolan Ormas Asal Gianyar, “Dewa Saraf”,  Meninggal

RUMAH DUKA : Suasana rumah duka Dewa Putu Ngurah di Banjar Pas Dalem, Kelurahan/Kecamatan Gianyar, Senin (4/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

“Rencananya, Kamis (7/11) akan dipulangkan dan langsung prosesi nyiramin di kamar. Sedangkan Sabtu (9/11) baru nyiramin di halaman rumah dan siangnya langsung ngaben di Setra Beng, Gianyar,” bebernya.

Sebelum meninggal, Dewa Putu Ngurah sehari-harinya tinggal di Jalan Patih Nambi, Denpasar. Namun sesekali pulang ke Gianyar untuk melihat rumah tuanya. Kalau tidak ada acara, rumahnya di Pas Dalem sering sepi, terkecuali ada kegiatan upacara kegamaan atau hari raya.

Dewa Putu Ngurah meninggal dunia pada usia 55 tahun. Almarhum merupakan anak nomor empat dari tujuh bersaudara. Almarhum meninggalkan dua orang istri dan lima orang anak. Dua anaknya sudah menjadi dokter yang bertugas di Surabaya. “Dua anaknya sudah menjadi dokter dan satu bidan,” imbuh pria yang mengaku selalu mengajak almarhum sejak kecil di Denpasar.

Ditambahkan, Dewa Putu Ngurah semasih kecil memiliki hobi olahraga sepak bola dan silat. Tidak tanggung-tanggung, semasih aktif di silat, ia sering berhadapan dengan lawan yang lebih besar dari dirinya. Sejak kecil almarhum sangat loyal dengan teman-temannya. Pun menjelang meninggal. Terbukti, ketika menghembuskan napas terakhir, banyak teman-teman almarhum yang datang.

“Waktu saya ajak di Denpasar memang almarhum senang olahraga sepak bola dan silat. Yang paling menonjol suka berteman dan sangat loyal. Sampai saat ini pun masih dikenal loyal,” imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia