Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Puskesmas Tamblang Klaim Obat Kedaluarsa Tak Disebar ke Pasien

05 November 2019, 18: 08: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Puskesmas Tamblang Klaim Obat Kedaluarsa Tak Disebar ke Pasien

KEPALA PUSKESMAS: Kepala Puskesmas Kubutambahan II, dr. Asty Sanitha Dewi saat meberikan klarifikasi terkait temuan obat kedaluarsa saat Komisi IV DPRD Buleleng melakukan sidak. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

KUBUTAMBAHAN, BALI EXPRESS - Temuan obat kedaluarsa yang disimpan di ruang farmasi, Puskesmas Tamblang,  Kecamatan Kubutambahan saat Komisi IV DPRD Buleleng melakukan sidak pada Senin (4/11) membuat pihak Puskesmas angkat bicara. Pengelola mengklaim obat itu tidak disebarkan kembali ke pasien, melainkan ditaruh di gudang, yang lokasinya memang menjadi satu dengan ruangan farmasi.

Kepala Puskesmas Kubutambahan II, dr. Asty Sanitha Dewi menjelaskan ruangan gudang obat memang menjadi satu dengan ruangan instalasi farmasi. Namun, antara gudang obat dengan instalasi farmasi sudah ada sekat pembatas berupa pintu kaca.

Sehingga muncul kesan saat sidak berlangsung gudang obat dan instalasi farmasi menjadi satu ruangan. “Instalasi farmasi dan gudang obat sebenarnya lain dengan sekat namun masih dalam satu  gedung atau ruangan,” jelasnya, Selasa (5/11) siang.

Lanjutnya, Obat yang sudah kedaluwarsa tersebut akan dikembalikan ke Depo Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Ada beberapa obat kedaluwarsa di dalam kardus yang ditemukan dan obat tersebut tidak diberikan lagi kepada pasien.

Pihak Puskesmas sebut Asty sejatinya rutin melakukan stok opname yang memiliki jangka waktu kedaluwarsa sudah dekat. “Ataupun yang sudah lewat masa kedaluwarsanya agar dikembalikan ke Depo Farmasi untuk dimusnahkan,” imbuhnya.

Jika merujuk Standar Operasional Prosedur (SOP) sambungnya, stok opname dilakukan sebelum akhir bulan. Seluruh obat-obatan dicek apakah ada yang sudah kedaluwarsa ataupun mendekati kedaluwarsa. Seperti obat yang yang kedaluwarsa awal November dilakukan stok opname pada akhir Oktober.

“Akhir bulan dilakukan stok opname, jadwal pengembalian ke Depo awal bulan. Pada intinya, obat kedaluwarsa yang ditemukan itu akan dikembalikan ke Depo, bukan untuk disebar lagi ke pasien,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Buleleng melakukan sidak yang dipimpin oleh Ketua Komisi, Luh Hesti Ranitasari pada Senin (4/11) siang. Sidak sejatinya dilakukan untuk mengetahui kesiapan puskesmas Kubutambahan II yang berlokasi di Desa Tamblang yang rencananya di tahun 2020 nanti bakal dijadikan Puskesmas rawat inap.

Nah, saat sidak, Komisi IV menemukan fasilitas dan ruangan yang ada di Puskesmas Tamblang saat ini masih sangat minim serta adanya obat-obatan seperti obat merah yang sudah kedaluarsa. “Memang sih hanya obat merah. tapi bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia