Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Korupsi PNPM Mandiri, Ketua PNPM UPK Rendang Jadi Tersangka Baru

05 November 2019, 19: 42: 30 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Korupsi PNPM Mandiri, Ketua PNPM UPK Rendang Jadi Tersangka Baru

TERSANGKA : Ketua PNPM Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rendang I Wayan Sukertia (pakaian adat) ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaaan Kecamatan Rendang, Karangasem. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Babak baru kasus tindak pidana korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaaan di Kecamatan Rendang, Karangasem makin menghangat. Setelah melakukan pendalaman sejak April 2019, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Karangasem akhirnya menetapkan Ketua PNPM Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rendang I Wayan Sukertia sebagai tersangka baru.

Sukertia dinilai menyalahgunakan kedudukannya sebagai ketua dengan meloloskan 32 kelompok fiktif bentukan terpidana Ni Ketut Wartini alias Gebrod, 40, dan Ni Wayan Murti alias Bebel, 47. Unit Tipikor Polres Karangasem menetapkan dua wanita pembentuk kelompok fiktif sebagai tersangka pada akhir 2018 lalu. Atas perbuatan mereka, negara telah dirugikan hingga Rp 1,9 miliar lebih.

Meski begitu, pihak Sukertia bakal melakukan pra peradilan. Sebab, putusan Unit Tipikor terhadap tersangka Sukertia dianggap prematur. Wakapolres Karangasem Kompol Aris Purwanto, dalam jumpa pers Selasa (5/11) mengatakan, penyidik telah memiliki banyak bukti, di antaranya beberapa dokumen berkaitan dana simpan pinjam di PNPM UPK Kecamatan Rendang.

Selain itu, ada pula bukti pengajuan kelompok fiktif itu. Yang mana dua terdakwa sebelumnya dengan mudah melakukan kejahatan lantaran sama-sama pernah bekerja di kantor Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan Rendang. "Tersangka sudah tahu ada kelompok fiktif, tetapi tetap meloloskan (kelompok)," imbuh Aris.

Kini kasus itu sudah masuk tahap II dan berkas bakal dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karangasem. Tersangka dikenakan Pasal 2 atau 3, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun. Sedangkan di Pasal 3 ancaman hukumannya minimal satu tahun dan maksimal 20 tahun. 

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia