Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bawa Sabu 1,3 Kg, Pengedar Medan-Bali Terancam Hukuman Mati

06 November 2019, 21: 46: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bawa Sabu 1,3 Kg, Pengedar Medan-Bali Terancam Hukuman Mati

PENGEDAR: Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan menunjukkan sabu-sabu yang dibawa tersangka Willy dalam gelar kasus di Mapolresta, Rabu (6/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pulau Bali masih menjadi pasar besar bagi para bandar maupun pengedar narkoba. Walaupun sudah banyak dilakukan penangkapan oleh jajaran penegak hukum, tetapi barang haram tersebut masih masuk ke Pulau Dewata dalam jumlah yang besar.

Hal tersebut terbukti saat Polresta Denpasar kembali menangkap seorang pengedar bernama Willy Jenawi, 31, pada Sabtu (2/11). Willy tertangkap membawa narkoba berjenis sabu dengan jumlah cukup fantastis, yaitu seberat 1,3 kilogram.

Sepak terjang pengedar sabu jaringan Medan-Bali diungkap jajaran Polresta Denpasar (Harian Noris Saputra/Bali Express)

Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengungkapkan dalam konferensi pers Rabu (6/11), bahwa Satreskorba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Provinsi Bali menangkap tersangka Willy  di kos-kosannya, Jalan Tukad Balian, Renon, Denpasar Selatan. “Willy merupakan jaringan Medan-Bali," ungkap Ruddi.

Barang haram seberat 1,3 kilogram tersebut dibungkus Willy dalam 14 paket menggunakan plastik bening.  Modus operandi yang digunakan tersangka, terang Ruddi, dengan menempel di tempat tertentu. "Tersangka menggunakan modus operandi dengan menempel barang tersebut di tempat tertentu," ujar Ruddi.

Willy yang juga pengguna narkoba ini mengaku mendapatkan narkoba jenis sabu dari seseorang bernama Aji. "Tersangka mendapatkan narkoba dari seseorang bernama Aji, yang sekarang masih kita kejar," jelas Ruddi.

Dari hasil penyelidikan kepolisian juga terugkap bahwa ini bukan kali pertama Willy mengedarkan narkoba di wilayah Denpasar. "Tersangka mengaku sudah dua kali mengedarkan narkoba, sebelumnya tersangka beraksi di wilayah Renon dengan menempel juga," beber Ruddi.

Ditanya soal keberadaan Aji, Ruddi menjawab bahwa bisa saja yang bersangkutan belum keluar Bali. "Kemungkinan masih berada di Bali, kita masih selidiki," jawab Ruddi.

Barang tersebut terungkap masuk ke Bali melalui jalur darat dan Willy hanya menerima di Bali. Setiap berhasil menjalankan aksinya, tersangka mendapatkan upah Rp 10 juta. Kini Willy harus mendekam di sel Mapolresta Denpasar dan tidak tanggung-tanggung, pria asal Medan ini diganjar  dengan ancaman hukuman mati. "Tersangka kita kenakan dengan Pasal 112 Ayat 2 UU RI tahun 2009 Ayat 2 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, dan Pasal 114 Ayat 2 UU RI tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati dan atau penjara seumur hidup," tegas Ruddi.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia