Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Munas Golkar di Jakarta, Bali Tetap Dukung Airlangga Jadi Ketum

07 November 2019, 11: 34: 18 WIB | editor : I Putu Suyatra

Munas Golkar di Jakarta, Bali Tetap Dukung Airlangga Jadi Ketum

Gde Sumarjaya Linggih, Plt Ketua DPD I Golkar Bali (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Musyawarah Nasional (Munas) Golkar sudah dipastikan akan digelar jelang akhir tahun ini. Bahkan, rapat pleno yang digelar DPP Golkar sudah menetapkan lokasi dan waktu pelaksanaannya. Rencananya, Munas Golkar akan digelar pada 4-6 Desember 2019 di Jakarta. Jadwal tersebut ditetapkan dalam rapat pleno yang dilaksanakan pengurus pusat pada Selasa lalu (5/11).

Penetapan lokasi pelaksanaan munas di ibukota itu cukup membuat beberapa pihak di internal Golkar kaget. Sebab, selama ini Bali digadang-gadang akan menjadi lokasi pelaksanaannya.

Terkait dipilihnya Jakarta sebagai lokasi pelaksanaan munas, Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, tidak menampiknya. Demer, begitu politisi Golkar ini biasa disapa, menyebutkan, pemilihan Jakarta sebagai lokasi pelaksanaan munas lebih mengarah pada pertimbangan kemudahan akomodasi peserta.

“Untuk kemudahan (akomodasi) saja. Penerbangan dan lain-lainnya,” jelas Demer yang juga Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, Rabu (6/11) kemarin. Dia juga menepis penentuan lokasi munas itu ada kaitannya dengan faktor-faktor lain.

Mengenai wacana kepemimpinan Golkar ke depan, Demer kembali menegaskan, arah dukungan Golkar Bali masih sama. Yakni mendukung kembali Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar sampai dengan 2024 mendatang. “Kami belum melakukan perubahan (arah dukungan),” ujarnya.

Terlebih lagi, sambung dia, untuk melakukan perubahan arah dukungan mesti dilakukan melalui mekanisme sidang pleno di DPD I. Namun, sejauh ini, mekanisme itu tidak dilakukan pihaknya. Sehingga arah dukungan kepemimpinan Golkar masih tertuju kepada Airlangga Hartarto.

“Kalau tidak ada pleno berarti dukungan masih tetap ke Airlangga,” jelas Demer yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini.

Soal nama-nama calon ketua umum yang muncul dalam beberapa waktu terakhir ini, Demer menyebutnya sebagai hal yang wajar dalam berdemokrasi. Khususnya di Golkar. Adapun beberapa nama calon ketua umum lainnya yang muncul, antara lain Bambang Soesatyo alias Bamsoet, Indra Bambang Utoyo, dan Ridwan Hisjam.

“Kalaupun ada calon-calon lain, silahkan saja. Itu semua bergantung pada AD/ART serta keputusan Rapimnas,” imbuhnya. 

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia