Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Denpasar Peringkat Enam Nasional Kota Tanggap Bahaya Narkoba

07 November 2019, 21: 30: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Denpasar Peringkat Enam Nasional Kota Tanggap Bahaya Narkoba

SOSIALISASI: Kepala BNN Kota Denpasar AKBP Hagnyono melakukan sosialisasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Denpasar, Kamis (7/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kota Denpasar menduduki peringkat ke-6 di seluruh Indonesia dalam hal Kota Tanggap Ancaman Narkoba. Berdasarkan hasil studi BNN (Badan Narkotika Nasional) RI dan Universitas Padjadjaran (Unpad), Denpasar memperoleh total nilai 70,93 pada kategori tanggap.

Adapun variabel penilaian terdiri atas ketahanan masyarakat sebesar 25 persen. Kemudian kewilayahan sebesar 20 persen, kelembagaan 25 persen, hukum 20 persen, dan ketahanan keluarga sebesar 10 persen.

Kepala BNN Kota Denpasar AKBP Hagnyono saat melakukan sosialisasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Denpasar, Kamis (7/11) mengatakan, Kota Denpasar memiliki nilai tinggi pada variabel ketahanan masyarakat, kelembagaan dan ketahanan keluarga. Sedangkan nilai sedang ada di variabel kewilayahan dan hukum.

Untuk itu, ada poin-poin yang harus disoroti guna meningkatkan nilai kewilayahan dan hukum ke depannya, yakni pengawasan terhadap wilayah rentan dan regulasi pemerintah daerah yang mendukung pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Guna mempertahankan peringkat Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) dan meningkatkan pelayanan BNN kepada masyarakat, kami bersinergi dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP, dalam hal penyediaan layanan di MPP Kota Denpasar,” ujarnya

Adapun layanan yang diberikan oleh BNN di MPP Kota Denpasar, meliputi layanan data dan informasi serta layanan pengaduan. Ke depannya layanan ini akan terus ditambah dengan menggandeng Dinas Penanaman Modal dan PTSP.

Tidak itu saja, BNN juga sudah melakukan inovasi dengan membentuk regulasi tentang P4GN di tingkat desa se-kota Denpasar. Sebanyak 28 desa adat di Denpasar telah memiliki perarem tentang bahaya narkoba, serta pelaksanaan P4GN di masing-masing wilayahnya.

“Perarem ini tentunya sudah diketahui Walikota Denpasar, Gubernur Bali dan Kepala BNN RI, dengan telah ditandatangani bersama oleh ketiga belah pihak. Kami harapkan, dengan adanya perarem ini, dapat memaksimalkan pelaksanaan P4GN di Denpasar, serta mampu meningkatkan nilai IKOTAN ke depannya,” ungkap Hagnyono.

Sementara Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, IGN Mandala Putra mengatakan, dengan bergabungnya BNN ini tentu semakin melengkapi pelayanan di MPP Kota Denpasar. Sehingga diharapkan mampu memberikan layanan dengan maksimal, khususnya dalam bidang sosialisasi dan penanggulangan narkoba di Kota Denpasar.

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia