Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Road Barrier Simpang Akasia-Teuku Umar Dibuat Permanen

07 November 2019, 21: 40: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Road Barrier Simpang Akasia-Teuku Umar Dibuat Permanen

ROAD BARRIER: Kondisi lalu lintas di simpang Jalan Akasia-Hayam Wuruk yang tampak lancar dengan road barrier yang dipasang di kawasan itu. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Setelah sebelumnya dilakukan ujicoba untuk memecah kemacetan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar akhirnya memastikan bakal membuat road barrier alias pembatas jalan permanen di simpang Jalan Akasia-Hayam Wuruk. Pembatas jalan permanen juga bakal dibuat di Jalan Teuku Umar (depan level 21). Pemasangan road barrier ini akan dikerjakan dalam satu minggu ini dengan batas pengerjaan 1,5 bulan.

Plt. Sekretaris Dishub Kota Denpasar I Ketut Darsana saat dihubungi Kamis (7/11) mengungkapkan, pemasangan road barrier selama ini dilakukan, karena kawasan simpang Jalan Akasia-Hayam Wuruk, dan Teuku Umar kerap mengalami kemacetan. Mengingat banyak pengendara yang berbelok arah sembarangan. Uji coba yang dilakukan selama tiga tahun, tepatnya dari tahun 2016 itu pun dirasa efektif.

Namun, lantaran kawasan tersebut merupakan milik Pemprov Bali, Darsana mengatakan, bakal mengajukan permohonan pemasangan road barrier secara permanen itu terlebih dulu. Dimana untuk di Jalan Akasia-Hayam Wuruk memiliki panjang sekitar 184 meter. Sementara di Jalan Teuku Umar depan level 21 sepanjang 240 meter.

“Ini sudah efektif selama kami  ujicoba dari tahun 2016. Bahkan sempat diperpanjang. Karena sudah efektif, kami permanenkan dengan mengambil anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan (Kota Denpasar),” ucap pria yang juga Kabid Lalulintas ini.

Untuk pembuatan road barrier simpang Jalan Akasia-Hayam Wuruk, pihaknya menganggarkan sebesar Rp 185 juta. Sedangkan di Jalan Teuku Umar sebesar Rp 195 juta.

“Kami harap, kalau sudah permanen, pengendara tidak lagi sembarangan berbelok arah karena akan menyebabkan kekroditan. Kami juga mengimbau pengendara agar tetap mematuhi rambu yang sudah dipasang,” ungkapnya.

Darsana mengatakan, untuk memecah kemacetan, ke depan pihaknya akan terus memantau titik-titik yang paling rawan. Jika masih ditemukan adanya titik rawan kemacetan, pihaknya akan melakukan ujicoba kembali.

“Dulu rencananya simpang Akasia dipasang trafic light. Tapi karena road barrier efektif, kami permanenkan itu,” ujar Darsana.

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia