Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Disnaker Klaim Pelatihan Kerja Tekan Pengangguran di Buleleng

07 November 2019, 21: 53: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Disnaker Klaim Pelatihan Kerja Tekan Pengangguran di Buleleng

TURUNKAN PENGANGGURAN: Pelatihan tenaga kerja terus digeber Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Buleleng, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pelatihan tenaga kerja terus digeber Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Buleleng, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng. Langkah ini diklaim mampu menurunkan angka pengangguran di Bali Utara dan menyerap sedikitnya  12.000 orang pekerja pada tahun 2018.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Buleleng, Dewa Putu Susrama, Kamis (7/11) siang menyebutkan, pelatihan keterampilan  tenaga kerja secara gratis tiap tahunnya, menyasar berbagai bidang kerja. Seperti pelatihan otomotif, menjahit, spa, tata rias, las, processing hasil pertanian, instalasi listrik, pertukangan kayu, komputer, elektronik radio, dan juga AC split. Mereka dilatih tenaga profesional hingga memiliki skil.

Sedangkan, di bidang perhotelan, pihaknya juga telah melakukan pelatihan seperti housekeeping, tata hidangan, front office, administrasi perkantoran, bahasa Mandarin, serta bahasa Jepang. “Jadi semuanya dilakukan tanpa dipungut biaya, dan Pemkab Buleleng telah mengadakan MoU dengan Pemerintah Jepang untuk pekerja magang,” ujar Susrama.

Bagi peserta pelatihan yang ingin mengadu nasib ke luar negeri, sambungnya, Disnaker juga siap merekomendasikan agar bisa menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri yang bekerja sama dengan agen-agen resmi, baik yang ada di Kabupaten Buleleng maupun di luar Buleleng, dalam proses pelatihan hingga keberangkatannya.

Susrama mengklaim, selama ini telah banyak menciptakan tenaga kerja yang mampu bersaing di perusahaan swasta maupun membuat usaha sendiri. Bahkan, khusus untuk pekerja yang berangkat keluar negeri melalui agen yang bekerja sama dengan Disnaker Buleleng, tetap dalam pantauan Disnaker  pada tiap kegiatannya. “Karena itu merupakan kewajiban, kami pantau dalam hal keamanan, jaminan-jaminan, hingga pengupahannya,” bebernya. 

Ke depan, Disnaker Buleleng merancang kegiatan konsolidasi antara pihak pemerintah dengan para pengusaha. Pasalnya, angka pengangguran di Buleleng masih tergolong tinggi. “Kami siap menyediakan tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” pungkasnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia