Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

DPRD Tabanan Revisi Permen-KP, Agar Nelayan Bisa Jual Lobster

07 November 2019, 22: 05: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

DPRD Tabanan Revisi Permen-KP, Agar Nelayan Bisa Jual Lobster

REVISI: Anggota Komisi I DPRD Tabanan, I Ketut Arsana Yasa menyebut, pihaknya akan merevisi Permen-KP. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Melihat permintaan pasar terhadap lobster yang tinggi untuk memenuhi permintaan restoran, membuat nelayan Yeh Gangga Tabanan mendapatkan angin segar. Namun para nelayan terkendala aturan Permen-KP No. 56 tahun 2016 tentang pengaturan penangkapan dan penjualan lobster harus di atas 200 gram. 

Atas kondisi tersebut, anggota Komisi I DPRD Tabanan yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa berencama akan melakukan revisi Permen-KP No 56 tahun 2016. Yakni, penjualan lobster tidak lagi harus 200 gram. Lantaran, menurutnya, di negara lain lobster 100 gram bisa dijual.

Politisi PDIP asal Kerambitan tersebut  menjelaskan, dengan merevisi aturan tersebut, pihaknya yakin bisa meningkatkan kesejahteraan para nelayan Yeh Gangga. Karena pihaknya melihat di negara tetangga seperti Filipina sudah mulai melegalkan penjualan lobster dengan berat 100 gram. 

Di samping itu, niatnya untuk merevisi aturan Permen-KP No 56 tahun 2016 juga untuk mencegah terjadinya penyelundupan lobster ke negara tetangga, yang jelas sangat merugikan para nelayan tangkap. 

"Di negara tetangga saja lobster seberat 100 gram sudah dilegalkan, maka dari itu saya akan merevisi tentang Permen-KP No, 56 tahun 2016, untuk mencegah terjadinya penyelundupan lobster," tegasnya Kamis (7/11).

Pria yang lebih akrab disapa Sadam ini menamahkan, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dengan menyatakan, komitmen akan melakukan revisi Permen-KP No 56 tahun 2016, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

"Saya berharap dengan kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, masyarakat pesisir dibantu kembali melalui anggaran APBN sehingga perekonomian di pesisir bergeliat kembali," imbuhnya.

Dengan dilegalkannya lobster 100 gram, diyakini bisa mensukseskan program pemerintah yaitu gemar memakan ikan. Artinya, kalangan masyarakat bisa membeli lobster dengan mudah. Otomatis terjadi peningkatkan hasil tangkapan para nelayan khususnya nelayan Yeh Gangga, sebab rata-rata hasil tangkapan para nelayan tersebut merupakan lobster pasir yang rata-rata berukuran 100 gram. 

"Sehari hasil tangkapan lobster di Tabanan mencapai 400 sampai 600 kilogram. Bayangkan kalau lobster 100 gram dilegalkan, sudah jelas hasil tangkapannya akan bertambah," tandas Sadam.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia