Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Musim Hujan Ancam Target Retribusi Objek Wisata Gianyar

07 November 2019, 22: 21: 57 WIB | editor : Nyoman Suarna

Musim Hujan Ancam Target Retribusi Objek Wisata Gianyar

GUNUNG KAWI: Salah seorang wisatawan yang mengunjungi objek wisata Gunung Kawi, Kamis (7/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Gumi Seni Gianyar dikenal memiliki banyak objek wisata alam. Maka, sangat realistis bila Gianyar menargetkan hasil retribusi 2019 sebesar Rp 80 miliar. Sayangnya, menjelang pengujung akhir tahun ini masih sekitar dua bulan, Gianyar baru mendapatkan hasil retribusi sebesar Rp 64,9 miliar.  Pemerintah pun bertekad mengejar kekurangan itu di sisa tahun ini. 

Disebutkan pula, salah satu alasan target belum tercapai adalah karena kondisi alam tidak bisa diprediksi. Karena kebanyakan objek di Gianyar adalah alam terbuka yang sewaktu-waktu bisa hujan dan membuat turis batal berwisata.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Putrawan, Kamis (7/11). Disampaikan, hasil dari Rp 64,9 miliar itu berasal dari enam destinasi tempat wisata yang dinaungi Disparda. "Dari enam DTW yang ada tahun 2019 ini, kami targetkan Rp 80 miliar. Sedangkan sampai September ini baru tercapai Rp 64,9 miliar, dengan persentase sebesar 81 persen," jelasnya. 

Dengan jumlah yang ada saat ini, ia mengaku akan terus mengejar sesuai target yang ditentukan, yaitu dengan beberapa langkah. Salah satunya, sebutnya, dengan pengawasan terhadap penerimaan hasil retribusi tersebut. Selain itu, menyegarkan kembali program-program yang ada di setiap DTW. 

Enam DTW tersebut, adalah objek wisata Pura Tirta Empul Tampaksiring, Pura Gunung Kawi Tampaksiring, Pura Gunung Kawi Sebatu, Pura Goa Gajah, Pura Yeh Pulu, dan Alam Sidan. "Sebenarnya ada tujuh, yaitu Candi Tebing Tegallinggah di Bedulu," tandasnya. 

Agung Gde Putrawan juga menambahkan, bulan Oktober ini kondisi pariwisata memang sedikit menurun karena belum musim liburan. Sedangkan pada Desember, dipastikan akan naik kembali sehingga ia berharap, kekurangan sekian persen dari target yang ada itu akan terkejar. 

"Kami selalu berupaya, karena rata-rata DTW yang kita miliki, semuanya di alam terbuka. Ketika hujan, kadang wisatawan batal berkunjung. Makanya, tidak bisa kita prediksi, semoga kekurangan dari target yang ada sisanya Rp 15 miliar itu dapat dikejar dalam waktu dua bulan ke depan," imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia