Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Antisipasi Gangguan Niskala, SMAN 1 Selemadeg Macaru

08 November 2019, 20: 54: 19 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

Antisipasi Gangguan Niskala, SMAN 1 Selemadeg Macaru

MECARU : Prosesi Macaru Manca Sata di SMAN 1 Selemadeg, dilakukan Pinisepuh Pasraman Sastra Kencana, yang juga penuntun ajaran Wahyu Siwa Mukti, Guru Nabe Jro Budiarsa (kiri), Jumat (8/11). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Untuk harmonisasi lingkungan, SMAN 1 Selemadeg menggelar upacara Caru Manca Sata yang dipimpin oleh Pinisepuh Pasraman Sastra Kencana Guru Nabe Jro Budiarsa, Jumat (8/11). Upaya ini dilakukan sekaligus untuk mencegah terjadinya gangguan niskala, karena lingkungan sekolah cukup sakral.

Kepala Sekolah SMAN 1 Selemadeg, Made Wardita mengakui, sebelum penataan lahan dilakukan, sekitar satu bulan yang lalu saat alat berat mulai bekerja, sejumlah siswa memang sempat karauhan, namun masih dibawah sepuluh orang.

Tempo hari, lanjut Made Wardita, pihaknya melakukan penataan lahan kosong di belakang sekolah sehingga kedepannya dapat membangun ruang kelas atau aula. "Penataan dilakukan menggunakan alat berat," ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Jumat (8/11) kemarin.

Karena lokasi sekolah yang memang agak sakral, maka pihaknya menggelar Caru Manca Sata yang bekerjasama dengan Guru Nabe Jro Budiarsa yang juga penuntun ajaran Wahyu Siwa Mukti, yang mumpuni soal pekarangan, energi, juga urusan yang berkaitan dengan niskala.

"Sebenarnya dari dahulu juga kita sudah bekerjasama dengan Sastra Kencana. Intinya upacara ini untuk harmonisasi lingkungan sekolah," imbuhnya.

Di samping itu, melalui upacara tersebut  kehidupan atau makluk ciptaan Tuhan yang ada di tempat yang ditata tersebut dimohon atau diminta berpindah. Sehingga pihaknya tidak dianggap mengganggu. "Jadi harmonisasi bhuwana alit dan bhuwana agung," tandasnya.

(bx/ras/hai/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia