Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

SHM Dibatalkan BPN, Perbekel Bungkulan Pasang Spanduk di Lahan Fasum

08 November 2019, 21: 48: 03 WIB | editor : Chairul Amri Simabur

SHM Dibatalkan BPN, Perbekel Bungkulan Pasang Spanduk di Lahan Fasum

TANDA : Spanduk bertuliskan TANAH MILIK I KETUT KUSUMA ARDANA SHM 2427 terpasang secara permanen di lapangan umum Bungkulan. (I Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

BULELENG, BALI EXPRESS – Kasus sengketa lahan Lapaangan Umum Desa Bungkulan dan Puskesmas Pembantu Desa Bungkulan yang diklaim Perbekel Bungkulan, Ketut Kusuma Ardana terus bergulir.

Kendati pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Singaraja sudah membatalkan sertifikat lahan tersebut, rupanya Perbekel Kusuma Ardana tetap memasang spanduk di dua titik lahan tersebut.

Spanduk bertuliskan TANAH MILIK I KETUT KUSUMA ARDANA SHM 2427 terpasang secara permanen di lapangan umum.

Tak hanya itu, spanduk berlatar warna merah bertuliskan TANAH MILIK I KETUT KUSUMA ARDANA SHM 2426 juga terpasang Puskesmas Pembantu (Pustu) desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. 

Pemasangan spanduk itupun menuai ragam komentar dari masyarakat desa Bungkulan. Sementara I Ketut Kusuma Ardana saat dikonfirmasi mengakui dirinya yang memasang dua spanduk terpasang di lapangan umum dan Pustu desa Bungkulan.

"Ya, saya sendiri yang pasang. Rabu malam saya pasang. Biar diketahui oleh masyarakat, bahwa tanah itu saya yang punya," ujar Kusuma Ardana melalui telepon seluler, Jumat (8/11) sore.

Pria yang terpilih kembali ketiga kali sebagai Perbekel desa Bungkulan menegaskan, bahwa pemasangan spanduk pada di atas lapangan sepak bola dan Pustu itu, sejatinya sudah sempat disosialisasikan saat masa kampanye pemilihan perbekel (Pilkel) desa Bungkulan. "Oh iya, sudah saya sosialisasikan ke banjar-banjar waktu pilkel," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengukuran I Made Herman Susanto jika pemasangan spanduk tersebut oleh Kusuma Ardana merupakan sah-sah saja.

"Sampai saat ini surat keputusan hasil analisa pembatalan status sertifikat prona dikirim ke Kanwil BPN Provinsi Bali belum kami terima. Ya, mohon ditunggu saja," singkatnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga desa Bungkulan sempat mendatangi kantor BPN Kabupaten Buleleng pada bulan Oktober lalu. Kala itu, mereka meminta BPN Buleleng segera melakukan pencabutan sertifikat dua bidang tanah fasilitas umum (fasum) yakni, lapangan sepakbola dan Pustu desa Bungkulan yang terbit atas nama I Ketut Kusuma Ardana melalui Prona di tahun 2013 lalu.

Menindaklanjuti sengketa, pihak BPN Buleleng langsung turun melakukan pemeriksaan data fisik dan data yuridis terkait dua bidang lahan tersebut. Nah, saat ini hasil pemeriksaan tersebut sudah dikirim ke Kanwil BPN Provinsi Bali

Hasil analisa dikirim ke Kanwil BPN Provinsi Bali merekomendasikan membatalkan sertifikat yang diterbitkan melalui program prona, yakni SHM No. 2426, dan SHM No. 2427, atas nama Ketut Kusuma Ardana. Upaya pembatalan sertifikat itu lantaran para penyanding tanda batas melakukan penarikan pernyataan dan tanda tangan.

(bx/dik/hai/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia