Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Museum Bali Destinasi Alternatif Mengenal Manusia dan Budaya Bali

11 November 2019, 16: 31: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Museum Bali Destinasi Alternatif Mengenal Manusia dan Budaya Bali

ALTERNATIF : Museum Bali jadi destinasi wisata alternatif yang sangat bermanfaat, sebagai bagian dari edukasi soal manusia dan budaya Bali. (ISTIMEWA)

Share this      


DENPASAR, BALI EXPRESS - Berkunjung ke Museum Bali menjadi salah satu aktivitas wisata alternatif wisatawan asing maupun domestik. Bahkan, kunjungan wisatawan lokal ke museum terus naik.

Museum Bali  di Jalan Mayor Wisnu No 1 Denpasar, jadi destinasi alternatif dengan beragam tujuan. Mulai dari ingin mengenal Museum Bali, mengerjakan tugas sekolah hingga melakukan aktivitas fotografi.


Kepala Seksi Edukasi dan Reparasi Museum Bali, Dewa Putu Ardana, mengatakan, kunjungan wisatawan ke Museum Bali saat ini mengalami peningkatan yang signifikan. “Rata-rata yang datang adalah wisatawan domestik. Kalau wisatawan asing, sejak dahulu sudah banyak yang datang,” jelas Ardana kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.
Kedatangan wisatawan lokal ke Museum Bali ini, lanjut Ardana, tujuannya bermacam-macam, ada yang memang sengaja datang untuk berwisata, ada juga yang datang untuk mengerjakan tugas sekolah ataupun tugas kuliah. Bahkan, ada juga yang  melakukan aktivitas pemotretan, seperti prewedding dan, lainnya.


Jika berwisata ke Museum Bali, wisatawan tidak saja disuguhkan benda-benada koleksi museum, namun akan diajak mengenal budaya dan tradisi masyarakat Bali di masa lalu hingga masa kini.


Karena hampir seluruh koleksi Museum Bali adalah benda benda-benda yang berhubungan dengan aktivitas manusia Bali, mulai dari aktivitas spiritual, aktivitas sosial hingga aktivitas manusia dalam pengolahan lingkungan.


Selain itu,  pengunjung juga bisa melihat koleksi lain, berupa senjata  keris, naskah-naskah kuno, peti mati dari batu (Sarkopagus), lukisan wayang kulit hingga beragam jenis peralatan pertanian tradisional.


Ardana menyebutkan, koleksi Museum Bali  ini termasuk pada jenis koleksi etnografi, yang membedakan Museum Bali di Denpasar dengan museum yang ada di tempat wisata lainnya, seperti Ubud dan beberapa kawasan wisata lainnya. “Di Museum Bali, wisatawan dapat melihat koleksi seni dengan nilai sejarah dari kebudayaan Bali dari zaman ke zaman, sehingga pengunjung bisa membadingkan bentuk dari peradaban masyarakat Bali dari zaman prasejarah dan zaman modern,” paparnya.


Bagi yang berminat dengan arsitektur Bali, sangat disarankan untuk berkunjung,karena di Museum Bali  bisa melihat bangunan arsitektur khas Bali lengkap dengan relief kuno yang cantik.  "Seluruh bangunan Museum Bali yang terdiri dari empat bangunan yang dinamai dengan Gedung Tabanan, Karangasem,  Buleleng, dan Gedung Badung, seluruhnya merupakan bangunan khas Bali yang dalam proses pembangunannya menggunakan konsep arsitektur Bali," urainya.


Selain sebagai tempat wisata, Museum Bali juga sering digunakan sebagai media edukasi, tidak saja oleh instansi pendidikan lokal yang ada di Bali, namun juga oleh warga negara asing, khususnya oleh pelajar ataupun peneliti asing. “Orang asing yang melakukan penelitian di Museum Bali  sebagian besar berasal dari universitas yang ada di Belanda,” jelas Ardana.
Pelajar asing ini datang untuk mempelajari tentang etnografi manusia Bali pada masa lalu hingga masa sekarang. Sedangkan bagi instansi pendidikan lokal, siswa yang datang ke Museum Bali  kebanyakan adalah siswa SD atau siswa TK.


Ardana mengatakan tidak perlu membayar mahal untuk bisa masuk ke Museum Bali, karena pihak Museum hanya mematok tarif kunjungan sebesar Rp 5 ribu per orang, baik untuk wisatawan asing maupun untuk wisatawan lokal. “Sedangkan bagi masyarakat yang ingin menggunakan museum sebagai lokasi foto prewedding akan dikenakan biaya mulai dari Rp 200 ribu per sesi foto,” tambah Ardana.


Salah satu warga Denpasar,Gede Dinatha, mengaku pertama kali berkunjung ke Museum Bali karena ingin  melihat dan mengenal koleksi Museum Bali. “Ini kunjungan pertama saya, ternyata koleksi Museum Bali sangat lengkap dan bisa menambah pengetahuan tentang budaya Bali,” jelasnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia