Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Baris Jangkang Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

11 November 2019, 17: 53: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

Baris Jangkang Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Baris Jangkang (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan Tari Baris Jangkang sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Tarian ini merupakan tarian sakral di Desa Adat Pelilit, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.  

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, penetapan tersebut semakin menguatkan bahwa Baris Jangkang telah diakui keberadaannya sebagai suatu kebudayaan yang bergerak. Setelah memperoleh penghargaan, kini Baris Jangkang menyandang dua status.  Yakni sebagai tari sakral dan Warisan Budaya Takbenda Indonesia. “Selamat kepada masyarakat Pelilit atas ditetapkannya Tari Baris Jangkang sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” ujar Suwirta, Senin (11/11). Suwirta mengajak semua pihak terkait secara bersama-sama menjaga warisan budaya tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung I Nengah Sudiarta mengatakan, Pemkab Klungkung sudah melakukan berbagai upaya untuk melestarikan Tari Baris Jangkang. Di antaranya melakukan pembinaan terhadap generasi muda, termasuk pentaskan Baris Jangkang pada Festival Nusa Penida, Pesta Kesenian Bali (PKB) dan lainnya.

Dikatakannya, Tari Baris Jangkang dipentaskan untuk mengiringi prosesi upacara tertentu. Selain itu, dipentaskan juga untuk naur sesangi (membayar kaul). Tari Baris Jangkang ditarikan oleh sembilan orang, sesuai arah mata angin. Penarinya dipersenjatai tombak. Pada bagian ujungnya diisi daun ilalang yang menggambarkan sosok prajurit tangguh dan gagah berani dalam menghadapi musuh pada saat terjadinya penyerangan pada zaman dahulu di Desa Pelilit.  Gerakan tariannya sederhana, dengan makna dan nilai sebagai kepahlawanan.

Kostum penari terdiri hiasan kepala berupa udeng, baju putih lengan panjang, kain berupa saput (dengan kain khas Nusa Penida yang dikenal dengan kain cepuk), kain kamen berwarna putih, celana panjang berwarna putih, dan kain selendang.  Gamelan yang mengiringi Taris Baris Jangkang disebut gamelan batel. Berupa kempur, dua kendang, satu buah petuk dan cenceng.  

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia