Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Realisasi Retribusi Wisman Nusa Penida Merosot

11 November 2019, 17: 55: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Realisasi Retribusi Wisman Nusa Penida Merosot

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Realisasi retribusi wisatawan mancanegara (wisman) ke Nusa Penida, Klungkung terus merosot. Sejak diberlakukan Juli 2019, realisasinya mengalami penurunan. Penurunan kisaran Rp 30-200 juta per bulan.

Data yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group) realisasi pada Juli 2019 mencapai Rp 1,8 miliar. Capaian itu membuat Pemkab Klungkung sumringah karena retribusi akan mendongkrak Pendapat Asli Daerah (PAD). Namun pada Agustus, realisasi turun menjadi 1,7 miliar lebih atau turun sekitar 30 juta. Sebulan berikutnya, kembali merosot menjadi Rp 1,6 miliar lebih atau turun sekitar  Rp 188 juta. Realisasi merosot tajam pada Oktober 2019. Retribusi yang terkumpul selama sebulan Rp 1,3 miliar. Penurunannya sekitar Rp 270 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Nengah Sukasta, Senin (11/11), mengungkapkan, penurunan tersebut karena low season. Jumlah wisatawan yang datang ke Nusa Penida mengalami penurunan. Tidak ada kaitan dengan moratorium yang sempat diwacanakan oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali. “Ndak ada (tidak ada karena wacana moratorium). Dulu wacana moratorium ketika kami tidak memperbaiki Devil’s Tear. Sekarang sudah kami perbaiki, sudah selesai,” terang Sukasta.

Dikatakannya, sepi wisatawan tidak hanya terjadi di Nusa Penida. Secara umum terjadi di Bali. Hanya saja, ia tidak merinci persentase penurunan wisatawan yang berlibur ke Nusa Penida. Pihaknya berharap, kunjungan wisman kembali meningkat pada Desember. Sehingga realisasi retribusi terkerek naik.

Diberitakan sebelumnya, wisman yang melali ke Nusa Penida mulai dikenakan retribusi sejak 1 Juli 2019. Retribusi tersebut mengacu Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Dalam perda itu tertuang Rp 25 ribu untuk wisman dewasa dan Rp 15 ribu untuk wisman anak-anak. Retribusi dipungut di sejumlah pelabuhan di Nusa Penida. Pungutan dilakukan secara manual di enam pelabuhan yang menjadi pintu masuk Nusa Penida. Yakni Pelabuhan Banjar Nyuh 1, Pelabuhan Banjar Nyuh 2, Balai Banjar Jungutbatu, Pelabuhan Sangiang, Pelabuhan Buyuk dan Pelabuhan Sampalan. Selain itu, untuk memaksimalkan pungutan, Pemkab Klungkung kerja sama dengan sejumlah pengusaha speed boat.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia