Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Soal TPA Suwung, Giri Prasta: Tak Ada Hujan, Tak Ada Angin Distop Coba

11 November 2019, 18: 02: 29 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal TPA Suwung, Giri Prasta: Tak Ada Hujan, Tak Ada Angin Distop Coba

Giri Prasta (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Polemik soal pembatasan kuota membuang sampah ke TPA Suwung belum usai. Pemerintah Kabupaten Badung mengaku telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Hanya saja, hasilnya masih enggan diutarakan Bupati I Nyoman Giri Prasta.

Giri Prasta mengungkapkan, pihaknya saat ini masih berupaya mencari jalan keluar persoalan sampah. Soal wacana pihaknya berkomunikasi dengan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, diakui benar-benar dilakukan. “Sudah kami koordinasi ke pusat, nanti kita akan sampaikan, mudah-mudahan ini ada jalan keluar,” ungkapnya ditemui usai rapat paripurna di gedung dewan, Senin (11/11).

Mantan Ketua DPRD Badung ini tak menampik pihaknya gelagapan penutupan TPA Suwung yang tiba-tiba. Padahal dari segi legalitas, tenggat waktu kesepakatan pemanfaatan lahan di Suwung masih hingga 2020 mendatang. “Persoalannya sekarang ini tidak ada hujan, tidak ada angin distop coba. Padahal, itu adalah kewenangan pemerintah pusat dan sudah ada tandatangan (kesepakatan) pada saat Bapak Dewa Made Beratha jadi Gubernur,” terangnya didampingi Wabup Suiasa.

Semestinya, Kabupaten Badung diberi jangka waktu untuk menyiapkan diri. Dengan demikian, bisa menyiapkan solusi untuk penanganan sampah yang berdasar informasi DLHK mencapai 75-100 truk perhari. Tiba-tiba kuota Badung dibatasi maksimal 15 truk per hari. “Mudah-mudahan kedepan ada solusi. Salah satu cantoh diberi jeda waktu enam bulan atau satu tahun, sesuai dengan saran dari fraksi PDIP Perjuangan Badung,” katanya.

Diminta penegasan dari segi aturan Badung masih berhak buang sampah di TPA Suwung, seperti sebelumnya, Giri Prasta enggan menanggapi lebih jauh. Ia khawatir pernyataannya memantik permasalahan baru. Apalagi menjelang pilkada serentak 2020 mendatang. “Ya sudah nanti, kita tidak masuk ke situ. Saya tidak mau akibat statement Giri Prasta ini akan mengakibatkan persoalan yang tidak baik. Maaf ya teman-teman media, sekarang ini kan tahun politik,” tegas Ketua DPC PDIP Badung ini.

Sementara, soal lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pihaknya sudah melakukan kajian. Ditemukan sejumlah lokasi, namun perlu pendekatan yang lebih intens ke masyarakat. mengingat penolakan yang terjadi belum lama ini. “Lokasi sih banyak, persoalannya adalah pendekatan dan sosialisasi. Tapi kita sudah rapat dengan tim, nanti akan kita sampaikan hasilnya,” katanya.

Disinggung apakah Badung benar-benar memerlukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Giri Prasta menyatakan wajib. “Wajib. Kan sudah saya sampaikan, kalau kita melakukan Gertak (Gerakan Serentak) Badung bersih tujuannya ke arah situ, Gotik juga ke arah ke situ,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan keinginan tiap desa dan kelurahan punya TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) tahun 2020. “Ini sudah  saya canangkan sejak awal, sehingga tahun 2021 kita mandiri pengolahan sampah,” tandas Giri Prasta.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia