Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi Gagalkan Perdagangan Daging Babi Ilegal di Tabanan

11 November 2019, 19: 55: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Polisi Gagalkan Perdagangan Daging Babi Ilegal di Tabanan

ilustrasi (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Perdagangan daging babi ilegal berhasil diungkap jajaran Polres Tabanan, Jumat (8/11). Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pengungkapan dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Jalan Tukad Sangsang Gang 2, Nomor 8A, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. 

Selanjutnya, Jumat (8/11) sekitar pukul 09.00 Wita, jajaran Polres Tabanan melakukan penyelidikan terkait dugaan perdagangan daging babi di wilayah hukum Polres Tabanan. Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah tersebut, ternyata memang benar daging babi yang dibawa oleh seorang pria bernama Joko Susanto, 48, asal Karanganyar, Jawa Tengah, tidak dilengkapi dokumen yang sah dari instansi terkait alias ilegal.

Selanjutnya Joko Susanto beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Polres Tabanam untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

Menurut sumber, barang bukti yang diamankan berupa 1 unit mobil truck warna putih hijau bernomor polisi BG 8812 FU yang berisi daging babi sebanyak 4 ton, 1 buah freezer  yang berisi 37 bungkus plastik daging babi, 4 lembar nota penjualan daging babi, 1 buah catatan pemasukan daging babi, serta uang tunai sebesar Rp. 950.000 . "Untuk sementara, daging babi seberat 4 ton diamankan untuk dibekukan di coldstorage Pelabuhan Benoa, Denpasar," ujar sumber yang enggan dikorankan namanya Senin (11/11).

Ditambahkannya, truk bernomor polisi BG 8812 FO juga memuat kelapa yang ditutupi dengan terpal. Menurut pengakuan tersangka, daging babi tersebut berasal dari Palembang dengan tujuan untuk dipasarkan di Denpasar. 

Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I Made Pramasetia mengatakan,  saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Masih proses pemeriksaan, nanti dirilis," ujarnya Senin (11/11).

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia