Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pajak Vila Banyak Bocor, BPKAD Minta Dewan Karangasem Kroscek

11 November 2019, 20: 30: 02 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pajak Vila Banyak Bocor, BPKAD Minta Dewan Karangasem Kroscek

CANDIDASA: Sejumlah wisatawan asing berlibur di kawasan Candidasa, Karangasem, belum lama ini. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Karangasem terus menggali sektor-sektor pendapatan agar target PAD dari hotel dan restoran sebesar Rp 27 miliar bisa tercapai. Perangkat di eksekutif tidak mau dituding bekerja tidak becus dalam mengamankan sumber pendapatan.

Apalagi DPRD Karangasem mencium masih banyak sumber pendapatan di Karangasem yang tidak terjaring maksimal. Di sektor pariwisata misalnya, dewan menduga pajak vila masih banyak bocor. Badan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem tersenyum simpul menanggapi hal tersebut.

Kepala BPKAD Karangasem I Made Sujana Erawan, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta menyebut target Rp 27 miliar dari sektor pajak hotel dan restoran saat ini hampir tercapai. Bahkan kekurangannya Rp 1,6 miliar.

Pihaknya optimis, dalam waktu beberapa bulan terakhir ini, target Rp 27 miliar bisa terealisasi. "Tentu kami optimis. Sudah hampir 94 persen tercapai. Saya kira sebulan lagi astungkara tercapai," sebut Erawan diamini Sedana Merta. 

Erawan meminta dewan agar turun bersama melakukan kroscek ke sejumlah hotel atau vila yang pajaknya diduga bocor. Dia juga menunjuk data jumlah wajib pajak sektor pariwisata, yang mana dari data tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami peningkatan.

Ada sekitar 524 wajib pajak (WP) hotel pada tahun 2019. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada 2018 yang mencapai 492 wajib pajak. Dari 524 WP bahkan ada yang tutup sebanyak 86 WP tahun ini. "Mereka tutup karena masalah internal. Makanya kami juga minta dewan agar bersama-sama turun ke lapangan," sentilnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Karangasem I Wayan Sunarta menilai eksekutif kurang tepat mengenakan pajak untuk vila ke dalam kategori hotel melati satu. Alasannya, Sunarta menuding kalau hotel-hotel di Karangasem rata-rata memiliki fasilitas layaknya hotel berbintang.

"Banyak pemilik vila berdalih, bahwa yang tinggal adalah keluarganya. Padahal mereka melakukan promosi dan fasilitas vila juga seperti hotel berbintang," ungkap Sunarta sembari mengaku siap kembali melakukan kroscek ke hotel-hotel.

Dalam beberapa kali rapat kerja membahas soal PAD, Sunarta kerap menegaskan pengenaan pajak kepada vila bisa disetarakan dengan hotel berbintang. "Kalau sudah yakin dan ini berjalan, tidak mungkin pendapatan pariwisata turun. Kalau mau cek, dewan siap ikut turun. Ini untuk menjaga sumber pendapatan kita," tukasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia