Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Formasi CPNS Kota Denpasar Diumumkan, Dibagi Dua Formasi

11 November 2019, 21: 14: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Formasi CPNS Kota Denpasar Diumumkan, Dibagi Dua Formasi

PENGUMUMAN CPNS: Penempelan pengumuman formasi CPNS di Kantor Walikota Denpasar, Senin (11/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - BKPSDM Kota Denpasar mengumumkan secara resmi formasi CPNS Kota Denpasar tahun 2019. Pengumuman dilakukan dengan penempelan formasi secara simbolis di Kantor Walikota Denpasar, Senin (11/11) siang.

Formasi yang dibutuhkan dibagi ke dalam dua formasi, yakni formasi umum dan formasi khusus. Untuk formasi umum terdiri atas tenaga pendidik sebanyak 196, tenaga kesehatan sebanyak 43 formasi, dan tenaga teknis sebanyak 112 formasi.

Sedangkan untuk formasi khusus terdiri atas cumlaude sebanyak lima formasi dan penyandang disabilitas sebanyak delapan formasi. Sehingga total formasi yang dibuka untuk Kota Denpasar sebanyak 364, yang terdiri atas 43 formasi tenaga kesehatan, 117 formasi tenaga teknis, dan 204 formasi tenaga pendidikan.

Kepala BKPSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana mengatakan, pengumuman yang ditempel merupakan pengumuman secara global. Sementara untuk lebih detailnya, termasuk kualifikasi, jadwal pendafatran online akan diumumkan selanjutnya, seraya menunggu kesiapan Pemprov Bali dan kabupaten lainnya di Bali. “Kami sebenarnya sudah siap, tapi tunggu dulu teman-teman provinsi dan teman lain. Sehingga Senin (11/11) ini diumumkan secara global. Kalau nanti malam provinsi sudah final, nanti malam akan kami upload di website, dan kami akan tempel secara penuh esok,” katanya.

Sudiana menambahkan, setelah pendaftaran dimulai, pelamar memiliki waktu selama 15 hari kerja untuk melakukan pendaftaran. Untuk jumlah formasi disabilitas dan cumlaude, dia meminta agar bersabar menunggu, dan akan segera diupload.

“Lebih teknisnya nanti lihat setelah rincinanya keluar. Pasti akan kami keluarkan semua. Untuk cumlaude ada beberapa tenaga analis. Sementara untuk penyandang disabilitas, ada di formasi tenaga analis dan formasi pengelola,” ujarnya.

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia