Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tahun 2024, Bandara Buleleng Mulai Dibangun

11 November 2019, 21: 40: 18 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tahun 2024, Bandara Buleleng Mulai Dibangun

Putu Agus Suradnyana, Bupati Buleleng (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dalam waktu dekat izin penentuan lokasi (Penlok) Bandara Buleleng akan disampaikan Kementerian Perhubungan. Lokasi Bandara dipastikan berada di wilayah Kecamatan Kubutambahan, dan ditargetkan paling lambat dibangun tahun 2024 mendatang.

Dikonfirmasi, Senin (11/11) siang, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menjelaskan, dari hasil pertemuannya dengan Kemenhub beberapa waktu lalu, harus ada dasar dari masterplan, yang memuat luasan, navigasi bandara serta pola aktivitas bandara sehingga rancangan menjadi kian matang dan sempurna.

Dia menyebut, masterplan dibagi tiga tahap. Pada tahap pertama, Bandara Buleleng akan dibangun runway 2.700 meter dan belum bisa direct. Kemudian tahap kedua, dibangun landasan dengan panjang 3.400 meter dengan volume terbatas. Tahap ketiga, volume sudah lengkap dengan runway 3.400 meter, dan lebar 45 meter.

Terkait teknis pembiayaan pembangunan Bandara Buleleng, disiapkan dua alternative, di antaranya, melalui pembiayaan program strategis nasional atau pola kerjasama antara BUMN, Angkasa Pura, dan pihak swasta. “Kalau pola joint (kerjasama), mereka masih menghitung,” jelas Suradnyana.

Namun, diakui Suradnyana, saat ini persoalan yang muncul terkait rencana pembangunan bandara di Buleleng ini yakni masalah aksesibilitas, di mana akses jalan yang ada dinilai masih kurang.

Menurutnya, perlu ada sentuhan pembangunan aksesibilitas di Buleleng. Kendati saat ini jalan shortcut dibangun, namun dinilai masih kurang untuk pemenuhan akses jika bandara Buleleng benar-benar dibangun.

“Memang ada shortcut, tapi akses itu masih terbatas. Sehingga nanti rencananya akan dibuatkan lintasan lebih cepat dari selatan ke utara. Dari pak gubernur, itu ada rencana kereta api, ada kombain antara jalan tol dan jalan masyarakat. Kalau jalan tol, daerah yang dilewati tidak mampu memberikan kesejateraan bagi masyarakat, dan daerah resapan bisa rusak, ini harus dijaga,” ujar Suradnyana.

Lanjutnya, pihaknya masih menunggu desain, karena rencana ini telah masuk dalam program staregis nasional. Sehingga diharapkan, nantinya dengan adanya pembangunan bandara yang dibarengi pembangunan infrastruktur, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Penlok bandara rencananya minggu depan. Bandara target 2024 harus dibangun,” pungkas Suradnyana.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia