Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Beach Club di Yeh Gangga Tak Berijin dan Diduga Langgar Sepadan Pantai

12 November 2019, 17: 29: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Beach Club di Yeh Gangga Tak Berijin dan Diduga Langgar Sepadan Pantai

BALKON: Salah satu bangunan Beach Club yang diduga melanggar sepadan pantai. (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Pemerintah Kabupaten Tabanan nampaknya harus lebih memperketat pengawasan terhadap pembangunan di wilayah kabupaten lumbung pangannya Bali itu. Bagaimana tidak, belakangan banyak bangunan komersil yang berdiri terkesan tidak mentaati aturan yang berlaku. Seperti halnya pembangunan sebuah Beach Club di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebuah bangunan yang disebut-sebut bernama Yeh Gangga Beach Club tersebut dibangun di pinggir Pantai Yeh Gangga sebelah barat. Pembangunan Beach Club berlantai 2 itu pun telah rampung, bahkan sudah melakukan soft opening di awal bulan November 2019.

Fasilitas yang disediakan pun cukup lengkap, mulai dari kolam berenang yang langsung menghadap ke pantai hingga restorant. Sayangnya sebuah balkon yang dibangun diduga melanggar sepadan pantai.

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Perijinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu ( DPMPPTSP) Tabanan I Made Sumerta Yasa mengatakan bahwa jika sejauh ini hanya ada pengajuan informasi tata ruang saja dan belum ada pengajuan ijin terkait pembangunan Beach Club tersebut. "Hanya ada pengajuan informasi tata ruang saja," ujarnya Selasa (12/11).

Sedangkan mengenai adanya dugaan pelanggaran sempadan pantai, menurutnya DPMPPTSP Tabanan nanti  hanya memproses ijin berdasarkan permohonan masuk. Namun jika menyalahi sepadan pantai yang pasti ijinnya tidak akan terbit. 

Adapun ketentuannya adalah 100 meter dari air pasang. Tetapi dimungkinkan ada bangunan ertentu di wilayah sempadan sepanjang memenuhi ketentuan di perda RTRW.

"Sejatinya untuk kepastian apakah ada pelanggaran atau tidak kita belum bisa, karena belum mengajukan ijin ke kami, kalau sudah maka selanjutnya akan diverifikasi, dan apabila memang masuk sempadan apakah bangunan tersebut termasuk dalam pengecualian untuk diberikan ijin sesuai perda atau tidak. Tim teknis yang menentukan antara kenyataan di lapangan dan aturan nya," paparnya.

Sayangnya Kasat Pol PP Tabanan, I Wayan Sarba tidak menjawab panggilan saat hendak dikonfirmasi mengenai hal tersebut.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia