Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mengaku Pejabat Polda Bali, Lancarkan Aksi Penipuan Online

12 November 2019, 18: 39: 14 WIB | editor : Nyoman Suarna

Mengaku Pejabat Polda Bali, Lancarkan Aksi Penipuan Online

TERTANGKAP : Para pelaku penipuan online yang diciduk tim Polda Bali di wilayah Jakarta. (NORIS SAPUTRA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Modus mengaku sebagai pejabat memang kerap efektif dilakukan bagi para penipu untuk memuluskan niat jahatnya mengincar harta para calon korban. Kali ini para penipu online yang teridentifikasi jaringan lapas, berhasil diungkap Polda Bali dalam operasi penangkapan di wilayah Jakarta.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan  korban  Ir. I Putu Oka Semadi, pada (23/10) kepada Dirkrimsus Polda Bali. Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (12/11), dari salah satu sumber terpercaya di Polda Bali, menyebutkan bahwa korban telah ditipu puluhan juta rupiah.

"Korban mengaku telah ditipu oleh seseorang yang mengaku pejabat di lingkungan Polda Bali, Pelaku utama berinisial SAA," ungkap sumber tersebut.

Dari laporan tersebut, pihak Dirkrimsus melakukan penyelidikan dan mendeteksi sebuah rekening dan nomor telepon yang digunakan pelaku. Nomor telepon dan rekening tersebut terdeteksi berada di wilayah Jabodetabek.

"Pada 5 November kami melakukan penyelidikan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tim kami berhasil mengamankan pelaku di tiga tempat berbeda, yaitu di Bekasi, Jakarta Selatan, Tanggerang Selatan,"  beber sumber tersebut.

Dari hasil interogasi tim Krimsus Polda Bali, didapatkan dua orang  pelaku yang  terlibat aktif dalam kasus penipuan yang dilakukan SAA. Keduanya adalah NIA  dan PVC yang masih memiliki hubungan keluarga dengan SAA.

"Dari hasil interogasi,  NIA dan SAA adalah ayah dan anak. NIA mengaku rekening yang digunakan ayahnya adalah miliknya. Uang yang diterima dari ayahnya, diketahui NIA, merupakan hasil penipuan online," beber sumber tersebut.

NIA mengatakan bahwa SAA merupakan residivis penipuan online jaringan Lapas. Dan yang lebih mengagetkan, SAA melakukan aksinya saat berada dalam Lapas. "Saat ini SAA masih ditahan di rutan Gresik, Jawa Timur dalam kasus yang sama," ungkap sumber tersebut.

Selain NIA, polisi juga mengamankan istri siri pelaku berinisial PVC karena meminjam rekening temannya yang berinisial MUR untuk menampung dana dari kejahatan SAA.

" NIA yang juga anak SAA pernah menerima transferan Rp 20 juta. NIA pun sudah mengetahui bahwa uang tersebut merupakan hasil kejahatan ayahnya. Tak hanya itu, SAA juga mentransfer ke rekening MUR (teman istrinya) Rp 45 juta. Kemudian MUR mentransfer lagi ke beberapa rekening, termasuk ke rekening SAA,"  beber sumber tersebut.

Akibat ulahnya itu, NIA, PVC dan MUR dibawa ke Mapolda Bali untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dari para tersangka polisi mengamankan kartu ATM, HP dan buku tabungan.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia