Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Diajak Mandi, Bocah Lima Tahun Dicabuli di Gerokgak

12 November 2019, 19: 14: 07 WIB | editor : Nyoman Suarna

Diajak Mandi, Bocah Lima Tahun Dicabuli di Gerokgak

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GEROKGAK, BALI EXPRESS - Dugaan pencabulan menimpa seorang bocah berusia 5 tahun, sebut saja Bunga di wilayah Kecamatan Gerokgak. Korban diduga dicabuli oleh seorang remaja berinisial J, 17. Kasus ini pun tengah diselidiki oleh Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng.

Mencuatnya dugaan pelecehan seksual ini, bermula dari laporan orangtua Bunga ke Mapolres Buleleng. Dari informasi yang diterima, Bunga menjadi korban pelecehan seksual pada Rabu (30/10) lalu yang diduga dilakukan oleh J.

Peristiwa ini berawal dari Bunga yang diajak mandi oleh pelaku di kediamannya. Ajakan J itu kemudian diiyakan oleh korban. Saat mandi itulah pelaku diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Atas ulah bejat pelaku, korban  pun terus menangis, hingga membuat orangtua Bunga merasa curiga.

Ketika ditanya, Bunga pun akhirnya menceritakan bahwa dirinya telah dicabuli oleh pelaku. Tak terima anaknya mendapatkan perlakuan bejat, orangtua korban langsung melaporkan ke Mapolres Buleleng,  Jumat (8/11) lalu. Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, membenarkan adanya laporan dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa bocah berusia 5 tahun tersebut. Saat ini kasus tersebut masih ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng dengan memintai keterangan saksi-saksi serta melakukan visum.

"Korbannya merupakan anak-anak, pelakunya juga masih anak-anak. Jadi kami tidak bisa membeberkan secara detail. Yang jelas kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dengan masih memintai keterangan beberapa saksi," kata Sumarjaya, Selasa (12/11) ditemui di Mapolres Buleleng.

Melihat pelaku yang juga masih di bawah umur, dijelaskan Sumarjaya, kini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan. Upaya ini dilakukan, untuk bisa menentukan apakah J bisa diberikan sanksi diversi atau tidak. "Kalau hukuman di bawah tujuh tahun, bisa dilakukan diversi. Kalau di atas tujuh tahun, dapat dilakukan diversi juga, tetapi tidak wajib," pungkas Sumarjaya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia