Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Setelah Berabad-abad, Dadya Pasek Gelgel Kembali Gelar Karya Agung

12 November 2019, 19: 44: 04 WIB | editor : Nyoman Suarna

Setelah Berabad-abad, Dadya Pasek Gelgel Kembali Gelar Karya Agung

MELASTI : Upacara melasti serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Agung Dadya Agung Pasek Gegel, Selasa (16/11). (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS -  Pangempon Pura Dadya Agung Pasek Gelgel ring Pegatepan, Desa Gelgel menggelar Karya Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Agung, Pedudusan Manawa Ratna. Puncak karya bertepatan dengan Tumpek Wayang, Sabtu (16/11) mendatang. Ida bhatara nyejer hingga 23 November 2019.   

Bertepatan dengan Purnama, Selasa (12/11), dilaksanakan melasti ke segara Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung.  Melasti dimulai sekitar pukul 07.30 itu diikuti pamedek dari beberapa daerah di Bali.  Mereka berjalan kaki sekitar 5 kilometer, mengiringi pralingga Ida Bhatara. Selain melasti, serangkaian upacara juga dilaksanakan nuur Tirta Kamandalu di tengah laut. Prosesi nuur tirta tersebut terbilang unik. Sejumlah pamedek naik jukung ke tengah laut. Botol dalam keadaan tertutup rapat dan terikat tali dijatuhkan ke laut. Di sana dihaturkan berbagai sarana upacara. Saat kembali diangkat, botol yang tertutup rapat itu berisi tirta. “Serangkaian melasti dipuput 17 sulinggih,” terang Ketua Panitia I Wayan Ardana.

Disinggung terkait prosesi upacara secara umum, Ardana menegaskan bahwa karya agung tersebut mengambil tingkatan utama (paling tinggi), yang sejak berabad-abad tidak pernah dilaksanakan kembali. Katanya, terakhir kali pernah dilaksanakan sekitar 1989 silam. Namun tingkatannya tidak sebesar ini. Selama ini sebatas piodalan biasa, setiap Tumpek Wayang.  “Berdasarkan informasi dari panglingsir, sudah berabad-abad tidak pernah dilaksanakan upacara dengan tingkatan utama seperti saat ini,” ungkap pria asal Desa Melinggih, Kecamatan Payangang, Gianyar itu. Padahal, lanjut dia, selama ini beberapa kali pernah dilakukan renovasi beberapa bagian pura. Terkait upacara itu, pihaknya mengimbau warih Pasek Gelgel menyempatkan diri tangkil ke pura setempat. “Kita harus ingat dengan trilogi warih Pasek, yakni memperekat persaudaraan, ingat kepada leluhur, dan selalu ingat pesan leluhur,” pesan mantan pejabat Pemkab Gianyar itu.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia