Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Distan Karangasem Plot Sembilan Kelompok Pembibitan Sapi Bali

12 November 2019, 19: 58: 19 WIB | editor : Nyoman Suarna

Distan Karangasem Plot Sembilan Kelompok Pembibitan Sapi Bali

TAK PUNAH: Sapi Bali milik peternak di Karangasem. Pemerintah setempat berharap populasi sapi Bali meningkat. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Karangasem telah digelontor anggaran untuk pengembangbiakan indukan sapi Bali sejak 2018. Ini dilakukan dengan harapan populasi Sapi Bali di Karangasem tidak punah alias meningkat tiap tahun.

Alhasil, dari 200 ekor sapi yang digelontor pemerintah pusat, kini telah menghasilkan 53 ekor pedet alias anak sapi Bali. Pemerintah menerapkan teknologi terapan dengan sistem IB atau isiminasi buatan (kawin suntik). 

Kepala Bagian Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem I Made Ari Susanta menjelaskan, ada sekitar sembilan kelompok peternak yang diplot sebagai kelompok pengembang sapi Bali. Delapan di antaranya ada di Desa Bukit, dan satu di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem.

Masing-masing kelompok mendapat 20 sampai 25 ekor sapi, tergantung jumlah anggota tiap kelompok. Sebab masing-masing kelompok memiliki anggota bervariatif. Rata-rata terdiri atas 20-37 orang tiap kelompok.

"Kami di kabupaten hanya mengusulkan ke pemerintah pusat, lewat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali. Soal nilai, daerah tidak mengelola anggaran. Kami usulkan di Desa Bukit dan Tumbu karena secara geografis, cocok sebagai sentra pengembangbiakan sapi Bali," kata Ari Susanta, Selasa (12/11).

Selain Kecamatan Rendang, menurut Ari, wilayah Desa Bukit di Kecamatan Karangasem juga berpotensi dikembangkan sebagai sentra ternak sapi Bali. "Selain sistem pengembangbiakannya juga bagus, ketersediaan pakan ternak juga kita pikirkan. Sementara pakan ternak di Bukit tidak masalah. Ini justru bagus," tegas pejabat asal Kelurahan Karangasem ini.

Kasi Pembibitan dan Produksi Peternakan Distan Karangasem I Wayan Degdeg menambahkan, sektor pembibitan dan produksi berupaya meningkatkan populasi sapi Bali agar tidak punah. Penerapan sistem kawin suntik terus digalakkan pemerintah setempat. Petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Karangasem juga senantiasa memfasilitasi. Harapannya peternak lokal makin bergairah mengembangkan indukan sapi Bali. "Dengan begitu akan berimplikasi terhadap kesejahteraan peternak lokal," katanya.

Soal pakan ternak, Distan Karangasem menganjurkan agar peternak menggunakan jenis indigovera. Sebab berdasarkan kajian, rumput indigovera memiliki kandungan protein lebih tinggi ketimbang rumput gajah. "Sehingga pertumbuhan sapi Bali lebih cepat," pungkasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia