Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ditinggal Pulang Kampung, Rumah di Subagan Terbakar

12 November 2019, 20: 49: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ditinggal Pulang Kampung, Rumah di Subagan Terbakar

SI JAGO MERAH: Rumah milik Wayan Pasti di Werdiasa, Kelurahan Subagan ludes dilalap si jago merah, Selasa (12/11) sore. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Warga Banjar Werdiasa, Kelurahan Subagan, Karangasem  berbondong-bondong mendatangi rumah milik Wayan Pasti. Rumah berukuran sekitar 5 x 3 meter tersebut dilanda kebakaran, Selasa (12/11) sore. Penduduk sekitar pun prihatin karena pemilik rumah sedang pulang kampung ke Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.

Api pertama kali diketahui ketika ada letupan besar yang bersumber dari salah satu ruangan. Setelah terdengar suara itu, api langsung membakar seisi rumah. Barang-barang berharga seperti sertifikat tanah, BPKB, ijazah, dan surat penting lainnya diduga hangus.

Tetangga korban, Kadek Sukardiasa bersama Nyoman Suardana langsung menyelamatkan barang-barang korban. Mereka berdua sontak beraksi di tengah kobaran api untuk menyelamatkan dua sepeda motor yang terparkir di teras rumah. 

Salah satu motor bahkan berisi beberapa tabung gas. Takut terjadi ledakan, Sukardiasa rela menginjak api hanya untuk memindahkan tabung gas 3 kg ke tempat aman. "Nggih karena tetangga teriak-teriak. Katanya ada api, langsung saya keluar. Saya baru pulang kerja, istirahat, api sudah besar," kata Sukardiasa.

Ia sudah berupaya memadamkan api menggunakan selang air. Namun sayang, debit air kecil. Sementara Suardana masih sibuk mengevakuasi motor korban. Tidak pikir panjang, Sukardiasa langsung menelepon pemadam kebakaran.

Beberapa selang kemudian, pemadam kebakaran tiba di lokasi. Pemilik rumah Wayan Pasti, serta dua anaknya, Gede Januarta dan Luh Ayu Asti tiba dengan raut wajah tenang. Mereka tampak pasrah mendapati rumah mereka hanya tinggal dinding.

Luh Ayu Asti, putri ke dua Wayan Pasti, belum berani memastikan penyebab kebakaran. Tapi Asti ingat bahwa adik kandungnya, Intan Wulandari usai sembahyang purnama di rumah tersebut sebelum berangkat sekolah. "Tapi apa karena listrik atau dupa, saya gak tahu," tutur Asti tenang sembari membenarkan surat penting keluarganya habis.

Kapolsek Karangasem Kompol Nengah Berata mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran dipicu karena dupa. Sebab, sebelum rumah terbakar, anak pemilik rumah sempat menghaturkan canang lengkap dengan dupa yang masih menyala di dalam rumah. Kemudian anak korban langsung sekolah tanpa mematikan dupa lebih dulu. "Tapi lebih jelas, tunggu hasil penyelidikan. Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran ini," tegas Nengah Berata. 

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia