Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Penganiayaan Mahasiswa di Gatsu, Polisi Sebut Bukan Geng Motor

12 November 2019, 21: 25: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Penganiayaan Mahasiswa di Gatsu, Polisi Sebut Bukan Geng Motor

DITAHAN: Pelaku, I Gede Deva Ariasa saat ini ditahan di Mapolsek Kuta Utara. (ISTIMEWA)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS – Aksi geng motor di jalanan saat dini hari kerap meresahkan warga. Dalam kasus penganiayaan seorang mahasiswa dan karyawan swasta, Minggu dini hari (10/11), polisi menahan seorang tersangka, I Gede Deva Ariasa,18, yang diketahui beralamat di Dalung, Dalung Permai Kuta Utara, Badung.

Namun, Kapolsek Kuta Utara AKP Anom I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menyatakan bahwa pelaku bukan bagian dari geng motor tertentu. "Dia bukan bagian dari geng motor," tegas Anom kepada koran ini Selasa (12/11). Meski begitu, kasus ini masih terus diselidiki. "Pelaku sudah kami amankan untuk keperluan penyelidikan," tegas Anom.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di kawasan Kerobokan, Kuta Utara Badung, pada Minggu (10/11) sekitar pukul 02.00. Korban I Putu Gede Aris Prayoga Putra, 24, mengaku dianiaya oleh seseorang yang terlibat dalam gerombolan anak muda mengendarai motor. 

Sebagaimana diterangkan Kapolsek Anom, kedua korban, yakni Aris Prayoga dan rekannya I Kadek Ryo Krisna Dinata, 18, seorang mahasiswa, dianiaya saat akan pulang ke rumahnya.

Dari keterangan korban, saat itu sekitar pukul 02.00, ia bersama saksi datang dari arah Jalan Mudu Dusun Dalung dengan tujuan pulang ke rumahnya. "Saat kedua korban sedang berkendara, tiba-tiba di perempatan Gatsu Barat (Dekat Alfamart Gatsu Barat) korban I Putu Gede Aris dihalangi oleh pelaku dan berkata, turun kamu,” ungkap AKP Anom.

Korban sendiri sempat berkata dengan nada memelas agar jangan diapa-apakan. Dan setelah itu tancap gas. Pelaku pun lantas memburu korban. Kejar-kejaran terjadi. "Pelaku berhasil mengejar korban sesampai di kawasan perempatan Gatsu Barat. Pelaku memukul korban menggunakan tangan dan korban I Kadek Ryo Krisna juga ikut dipukul di bagian muka sampai luka," beber AKP Anom.

"Korban dikejar oleh pelaku hingga di depan rumahnya. Sampai di depan rumahnya, pelaku yang melihat korban jatuh dari motornya, langsung memukul wajah korban. Mereka sempat berkelahi. Pelaku dapat memukul wajah korban berulang kali hingga keluar orang tua korban memisahkan mereka dan mengamankan pelaku," lanjut Anom.

Akibat kejadian tersebut, korban I Putu Gede mengalami luka di jidat, bibir bengkak, hidung mengeluarkan darah, kepala bagian belakang benjol dan sakit. Sedangkan I Kadek Ryo mengalami memar di bagian bawah mata dan sakit di tangan kiri.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia