Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Lestarikan Nilai Tarian Sang Hyang, Karangasem Bangun Museum

12 November 2019, 22: 03: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lestarikan Nilai Tarian Sang Hyang, Karangasem Bangun Museum

BUKA MUSEUM: Bupati IGA Mas Sumatri meresmikan Museum Sang Hyang Dedari Giri Amertha, Selasa (12/11). (HUMAS PEMKAB KARANGASEM FOR BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Masyarakat Bali kini bisa mengenal lebih dalam tarian Sang Hyang Dedari dan Sang Hyang Jaran Gading. Tarian yang berkembang di Desa Adat Geriana Kauh, Duda Utara, Kecamatan Selat itu dapat dinikmati dalam bentuk yang berbeda.

Semua gambaran mengenai tarian tersebut diabadikan di Museum Sang Hyang Dedari Giri Amertha. Di sana, semua dokumen tentang tarian Sang Hyang Dedari dan Jaran Gading bisa diperoleh. Data-data tersebut telah dikemas berupa foto, lontar, audio-visual (AV), hingga beragam tulisan.

Pada hari Selasa (12/11), Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri meresmikan Museum Sang Hyang Dedari Giri Amertha. Peresmian diawali dengan pemotongan pita oleh bupati. Acara pembukaan juga dihadiri perwakilan dari Universitas Indonesia serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketua panitia I Nyoman Subrata memaparkan, Museum Sang Hyang Dedari Giri Amerta mulai dibangun pada awal 2017. Kemudian pembangunan tahap dua dimulai September 2017.

Namun rencana penuntasan museum sempat terhalang erupsi Gunung Agung. Praktis perampungan museum belum bisa dilakukan. Setelah satu tahun vakum, kelanjutan pembangunan dimulai Januari 2019. “Akhirnya kami tuntaskan semua. Masyarakat sekarang sudah bisa menikmatinya,” ujar Subrata di sela-sela peresmian.

Sedangkan Bupati Mas Sumatri mengapresiasi dibukanya Museum Sang Hyang Dedari. Sebab keberadaan museum praktis menjadi salah satu sarana pelestarian budaya Bali. “Tentu kami berterima kasih terhadap semua pihak atas dedikasinya mau melestarikan budaya Bali, khususnya di Karangasem,” imbuh bupati wanita pertama di Karangasem ini.

Mas Sumatri menambahkan, masyarakat yang ingin mengenal tarian tradisional Sang Hyang Dedari dan Sang Hyang Jaran bisa mengunjungi museum yang berdiri di Desa Geriana Kauh, Duda Utara, Selat, Karangasem ini.

“Museum ini saya harapkan digunakan sebagai sarana untuk melestarikan tari Sang Hyang Dedari dan tari sang hyang lainnya, baik berupa foto, tulisan, maupun tayangan audio visual, lontar yang dapat juga digunakan untuk daya tarik wisata,” tukasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia