Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sidak Sasar Desa Pering, Sebagian Duktang Kantongi KTP Mati

12 November 2019, 22: 09: 49 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sidak Sasar Desa Pering, Sebagian Duktang Kantongi KTP Mati

SIDAK: Petugas gabungan melakukan pemeriksaan identitas diri para penduduk pendatang saat menggelar sidak di wilayah Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Senin (11/11) malam. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Inspeksi mendadak (sidak) kembali dilakukan tim gabungan, yang terdiri dari Satpol PP Gianyar, Satpol PP Bali, dan unsur TNI serta Polri pada Senin (11/11) malam. Sidak menyasar penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di wilayah Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh. Hasilnya, dari sekitar 100 kepala keluarga yang diperiksa, sebagian besar hanya mengantongi KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang telah mati.

Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengaku sidak memang sengaja dilakukan pada malam hari. Mengingat saat malam, para duktang tersebut datang dari bekerja dan tengah beristirahat. Dengan demikian, pemeriksaan terhadap identitas para duktang menjadi lebih efektif.

“Kami sasar dulu daerah padat penduduk, dan ini juga pengaruh dari pabrik rokok yang ada di Ketewel untuk menyerap ribuan tenaga kerja. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, makanya kami periksa identitas mereka secara rinci,” jelasnya, Selasa (12/11).

Watha menyampaikan, tim gabungan berjumlah 50 personil memeriksa secara total 100 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, yang mampu menunjukkan identitas diri berupa KTP sebanyak 59 orang. Menunjukkan surat keterangan sebanyak lima orang, dan sisanya masih proses pembuatan identitas.

“Rata-rata KTP mereka sudah ada yang mati. Sehingga hari ini kami bina mereka di balai banjar setempat. Supaya kami bisa data dengan lebih rinci. Bagi yang akan tinggal di sana kami arahkan agar membuat KTP sesuai surat keterangan yang dimiliki. Sedangkan yang hanya berkunjung waktu sidak, juga kami arahkan untuk melapor ke kelihan maupun kepala lingkungan setempat,” tegasnya.

Pria asli Kecamatan Sukawati itu pun menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan tindakan tahap awal. Namun ketika sidak selanjutnya masih tidak melengkapi diri dengan identitas, maka mereka bakal langsung disidang tipiring. “Ini masih tahap awal, masih bisa kami bina. Nanti kalau di sidak berikutnya masih melanggar, baru kami buatkan berita acara pemeriksaan (BAP) untuk disidangkan tipiring maksimal dengan denda sebesar Rp 25 juta,” pungkasnya.

Selain di daerah Pering, pihaknya juga berencana menggelar sidak di daerah padat penduduk. Khususnya yang menjadi lokasi bagi para penduduk pendatang.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia