Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Jadwal Pilkel Serentak di Badung Masih Gabeng

13 November 2019, 11: 15: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jadwal Pilkel Serentak di Badung Masih Gabeng

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pemerintah Kabupaten Badung masih ‘gabeng’ alias belum memastikan jadwal Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2020 mendatang. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta belum memberi keputusan. Akibatnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) juga terpaksa menunggu.

Belum pastinya jadwal pilkel serentak juga menjadi salah satu sorotan DPRD Badung, khususnya Fraksi Golkar. Dalam pemandangan umum yang disampaikan pada rapat paripurna DPRD Badung, Senin (11/11) lalu, Fraksi Golkar menyinggung adanya 34 perbekel yang masa baktinya akan berakhir, dan ada yang juga telah berakhir. Partai berlogo beringin ini kemudian mempertanyakan soal relevansi dan dasar hukum pilkel serentak yang menuut wacana pemerintah akan digelar akhir 2020. Padahal sebelumnya sempat direncanakan Maret.

Pemilihan perbekel yang direncanakan pada akhir 2020, menyebabkan ada penjabat perbekel yang menjabat cukup lama, dalam rentang 1-1,5 tahun. “Pertanyaannya apakah relevan penjabat lebih dari enam bulan, kemudian apa dasar hukum proses pemilihan dilakukan serentak diakhir tahun 2020?,” ujar Ni Ketut Suweni membaca pemandangan umum.

Fraksi Golkar juga menghawatirkan dampak pemilihan yang digelar akhir tahun terhadap rencana pembangunan jangka menengah desa. Sebab pejabat perbekel tidak memiliki kewenangan membuat RPJM Desa yang harus dilandasi visi dan misi perbekel.

Menyikapi perihal tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, secara aturan penyelenggaraan pilkel harus tiga periode sekali. “Periode 2018 kita sudah (pilkel, red), 2019 tidak boleh, 2020 kita serentak dan menuju 2022,” ungkapnya.

Soal kepastian tanggal yang menjadi bagian dari jadwal, dia enggan berkomentar banyak. Secara diplomatis dia menjawab, hal tersebut sudah masuk ke hal teknis. “Sudah ya. Nanti itu teknis,” katanya.

Berdasarkan data, 34 dari 46 desa yang akan mengikuti pilkel serentak. Desa-desa tersebut tersebar di lima kecamatan. Terbanyak ada di Kecamatan Abiansemal, yakni 15 desa. Perinciannya, Desa Ayunan, Abiansemal Dauh Yeh Cani, Jagapati, Punggul, Selat, Taman, Angantaka, Blahkiuh, Darmasaba, Mambal, Mekar Bhuana, Sangeh, Sedang, Sibang Gede, dan Sibang Kaja. Disusul Kecamatan Mengwi ada 10 desa, yakni Gulingan, Werdhi Buana, Kekeran, Buduk, Cemagi, Pererenan, Penarungan, Mengwi, Sembung, dan Kuwum. Beranjak ke Kecamatan Petang ada enam desa, yakni Carangsari, Getasan, Pangsan, Belok Sidan, Pelaga, dan Sulangai. Di Kecamatan Kuta Selatan ada dua, yakni Desa Kutuh dan Pecatu. Sementara di Kecamatan Kuta Utara ada satu desa, yakni Tibubeneng.

Sebelumnya, Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Badung I Putu Gede Sridana menjelaskan, sesuai arahan pimpinan, pilkel serentak di Badung akan dilaksanakan tahun 2020. Pihaknya sempat berkonsultasi ke Kemendagri, dan disarankan pelaksanaan pilkel serentak bulan Maret 2020. “Depdagri (Kemendagri) sih menyarankan pilkel serentak dilaksanakan Maret 2020, tapi kewenangan untuk menentukan jadwal pilkel ada di Bupati,” tandasnya. 

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia