Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Barang Ilegal China Masuk Bali, Ada Sex Toys hingga Alat Kesehatan

13 November 2019, 13: 42: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Barang Ilegal China Masuk Bali, Ada Sex Toys hingga Alat Kesehatan

BLACK MARKET: E-Commerce menjadi pintu masuk Black Market dari luar negeri seperti China (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Menjamurnya barang Black Market (BM) yang masuk ke Bali ternyata bukan isapan jempol. Pulau Dewata masih menjadi pasar basah bagi para pelaku Black Market (BM). Yang lebih mengagetkan jula beli online (E-Commerce) menjadi pintu masuk produk tak berpajak tersebut.

Terungkapnya ribuan barang ilegal tersebut, setelah pihak Bea Cukai Denpasar menggelar operasi pasar dan penyitaan selama bulan Januari hingga Agustus 2019. Selama 8 Bulan, bea cukai berhasil menyita ratusan barang elektronik seperti HP, tablet, yang disita karena melebihi batas jumlah (kuantitas) pengiriman.

"Ada 741 alat kesehatan berbagai jenis, 1.369 produk kosmetik berbagai merk,dan 4.246 alat lainnya seperti alat eletronik, pakaian, peratan dapur," kata Kepala Bea cukai Denpasar Abdul Kharis.

Total kerugian negara dari peredaran barang ilegal ini ditaksir senilai Rp 1,3 miliar.

Abdul Kharis menegaskan barang-barang elektronik tersebut masuk melalui jasa pengiriman. Dan barang tersebut umumnya dijual melalui jual beli online (E-Commerce).

"Barang elektronik seperti HP, tablet, HP mainan anak-anak masuk melalui jasa pengiriman. Barang tersebut didapat dari e-commerce," terang Abdul Kharis.

Tidak hanya barang elektronik yang masuk melalui pasar gelap. Alat bantu sex (sex toys) juga menjamur di Bali. Padahal sex toys merupakan alat yang dilarang beredar dikarenakan rentan penyimpangan moral.

Alat Bantu sex diketahui berasal dari China. "Sex toys berasal dari China. Ini jual beli melalui online," ungkap Abdul Kharis.

Alat bantu sex tersebut disita oleh pihak bea cukai saat masuk melalui Bandara. "Setelah kita cek melalui X-ray ternyata itu barang terlarang maka kita angkut," tegas Abdul Kharis.

Abdul juga mengungkapkan banyaknya perdagangan melalui e-commerce yang melebihi batas atuan yang berlaku. "Banyak perdagangan lewat online melebihi kebutuhan pribadi, seperti Beli HP lebih dari 2, beli Pakaian lebih dari 10, itu harus kita gerak," beber Haris.

Pihak Bea cukai Denpasar juga mengaku telah memanggil jasa pengiriman yang ada. Ini untuk memperingati barang-barang ilegal yang terlarang dan melebihi batas kuantitas. "Kami juga sudah memanggil para penyedia jasa pengiriman untuk sosialisasi mengenai aturan-aturan yang ada mana barang yang boleh dan jumlah yang boleh. Jika melebihi kuantitas harus ada izin cukai," ungkap Kharis.

Pihak Bea Cukai juga terus meningkatkan pantauan dari pintu masuk barang seperti bandara, pelabuhan yang ada di Bali. Baik pelabuhan besar maupun pelabuhan kecil yang ada di Bali.

(bx/ris/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia