Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Terkendala Tenaga Kerja, Pasar Amlapura Barat Tak Sesuai Target

13 November 2019, 18: 04: 30 WIB | editor : Nyoman Suarna

Terkendala Tenaga Kerja, Pasar Amlapura Barat Tak Sesuai Target

DIKEBUT: Pembangunan Pasar Amlapura Barat harus dikebut karena harus rampung akhir tahun 2019. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem sepakat melakukan adendum jika target penyelesaian proyek Pasar Amlapura Barat meleset. Sesuai perjanjian kontrak dengan rekanan, pembangunan pasar harus tuntas 27 Desember 2019.

Namun, target tersebut tampaknya tidak bisa dikejar kontraktor. Progres untuk mencapai tenggat waktu belum terlihat hingga saat ini. Bahkan pantauan Bali Express (Jawa Pos Group),  menunjukkan pengerjaannya belum sampai 50 persen. Meski begitu, pemerintah optimis pasar tersebut rampung sesuai target. Apalagi akan ada penambahan tenaga untuk menopang percepatan proyek.

Disperindag Karangasem sudah melakukan Supply Chain Management (SCM) untuk ketiga kalinya pada Senin (11/11). Bahkan hambatan pengerjaan pasar sudah disampaikan ke Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Jika nantinya kontraktor tidak mampu menyelesaikan tugasnya, agar menyampaikan sendiri ke TP4D.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindag Karangasem Ni Made Santikawati mengaku, pembangunan Pasar Amlapura Barat terlambat sekitar 18 persen. Sisa pekerjaan selanjutnya adalah pengecoran lantai II. 

Kata Santikawati, kontraktor menyatakan bersedia menambah tenaga kerja agar pekerjaan cepat selesai. Pihak kontraktor mengakui keterlambatan ini diakibatkan tenaga kerja yang banyak izin. Dari 80 total pekerja, sekitar 20 meliburkan diri. Keterlambatan proyek juga dipicu masalah material.

"Kalau kami di pemerintah sebagai pemilik pekerjaan tidak ada masalah, dan apa yang jadi kewajiban pemerintah sudah dipenuhi. Kami minta agar penambahan tenaga dilakukan. Kami sudah sampaikan saat rapat," kata Plt yang juga menjabat asisten III Setda Karangasem ini.

Santikawati membenarkan soal upaya adendum apabila proyek meleset dari target. Menurutnya, adendum perlu ditempuh apabila ada ketidakpuasan dari hasil pekerjaan. Misalnya, ada perubahan pada penataan kawasan depan pasar yang tentunya perlu adendum. "Itu sudah dibicarakan antara konsultan perencana, pengawas, dan penyedia jasa," imbuh pejabat asal Kubu ini.

Pemerintah menganggarkan Rp 16 miliar lebih bersumber dari APBD 2019 dan dana insentif daerah. Pasar Amlapura Barat yang berada satu area dengan terminal angkutan kota itu harus tuntas akhir 2019 ini, sehingga awal 2020 bisa ditempati pedagang. Sesuai kontrak proyek, memakan waktu 150 hari, sejak 26 Juli 2019. Sedangkan pemeliharaannya 180 hari setelah serah terima.

Ada sekitar 300 lebih pedagang menempati pasar tersebut. Pasar dibangun bertingkat II ditambah basement. Jumlah kios mencapai 80 unit, jumlah los 194 unit.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia