Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dua Wisman Tewas di Nusa Penida, Kapten Boat Tersangka

13 November 2019, 19: 39: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dua Wisman Tewas di Nusa Penida, Kapten Boat Tersangka

TERSANGKA : Suhadak, sang kapten boat, jadi tersangka atas tewasnya dua wisman yang tenggelam di objek wisata Devil’s Tear, perairan Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Senin (16/9). (HUMAS POLRES KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA,  BALI EXPRESS -  Polsek Nusa Penida, Klungkung menetapkan kapten boat Suhadak, 35, sebagai tersangka. Hal itu terkait kecelakaan laut yang menewaskan dua wisatawan mancanegara (wisman), yakni Caval Heir O Biron, 48, asal Brazil dan Victor Johannes Allers, 43, asal Afrika Selatan. 

Boat Nagasima-Go yang ditumpangi korban, dengan kapten Suhadak, terbalik akibat diterjang gelombang di wilayah objek wisata Devil’s Tear, perairan Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida pada Senin (16/9) sekitar pukul 10.15. “Sudah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu dan sudah ditahan,” terang Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana, Rabu (13/11).

Suhadak, pria asal Desa Sumber Sari, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), namun tinggal di Desa Jungutbatu, Nusa Penida itu diduga melanggar Pasal 323 Ayat (1) dan (4) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran atau Pasal 359 KUHP, dengan ancaman 10 tahun penjara. Suhadak diduga lalai menjalankan tugasnya sehingga mengakibatkan penumpangnya meninggal dunia.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Komang Reka Sanjaya menambahkan, dugaan kelalaian yang dimaksud, yakni saat menghentikan boatnya, Suhadak tak mempertimbangkan kondisi gelombang dan jarak dengan tebing. Saat berhenti, persneling boat juga dalam kondisi netral. “Boat dihantam gelombang.  Kapten tidak bisa menghindarkan karena posisi persneling netral. Dua wisatawan tercebur ke laut,” jelas Reka Sanjaya. Dalam kondisi seperti itu, kapten boat maupun penumpangnya ternyata tidak menggunakan life jacket. Padahal ada di boat.  Sang kapten tidak menyarankan penumpang memaikainya. “Itu juga kelalaian kapten boat sehingga dia dijadikan tersangka,” tandas Reka Sanjaya

Diberitakan sebelumnya, saat tour island Pulau Lembongan, boat tersebut hanya mengangkut dua wisman. Berangkat dari Pantai Jungutbatu, saat berhenti di kawasan Devil’s Tear, tiba-tiba datang gelombang tinggi menghantam. Boat pun terbalik. Kapten dan kedua penumpang tercebur ke laut.

Sebagai upaya penyelamatan, polisi bersama Basarnas dan warga sekitar memberikan pertolongan menggunakan tangga tali dan pelampung. Sang kapten berhasil diselamatkan karena bisa menjangkau pelampung yang dilemparkan dari atas tebing. Ia dilarikan ke East Medical Care Lembongan. Sedangkan kedua wisman tidak bisa meraih pelampungnya. Keduanya terus digulung ombak hingga lemas. Mereka baru bisa dievakuasi setelah ada boat lain melintas di kawasan itu. Saat dievakuasi, keduanya dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan posisi telungkup. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Nusa Penida II.  Sayang, nyawanya tak tertolong.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia