Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

LPD Serampingan Dibobol Maling, Uang Rp 85 Juta Amblas

13 November 2019, 20: 45: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

LPD Serampingan Dibobol Maling, Uang Rp 85 Juta Amblas

OLAH TKP : Polisi melakukan olah TKP dan menurunkan anjing pelacak, Rabu (13/11), untuk menyelidiki kasus pencurian di LPD Serampingan. (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pakraman Serampingan, Tabanan disatroni maling, Rabu (13/11). Maling berhasil membobol brankas yang ada di dalam LPD dan membawa kabur uang tunai sebesar Rp 85 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu baru diketahui Rabu (13/11) pukul 07.15. Saat itu salah seorang warga setempat, I Made Surya Irawan, 35, hendak mengambil sekam di penyosohan beras yang lokasinya di depan LPD Desa Pekraman Serampingan, di Banjar Serampingan Kaja, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Saksi melihat sebuah brankas yang dalam kondisi terbuka tergeletak di depan penyosohan gabah. Saksi pun meyakini jika brankas tersebut adalah brankas LPD Desa Pekraman Serampingan. 

Ia pun melaporkan hal itu kepada ketua LPD Desa Pekraman Serampingan dan Babhinkamtibmas setempat yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Selemadeg Timur.

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, Ketua LPD Desa Pekraman Serampingan I Nyoman Suryanta, 51, menjelaskan kepada pihak kepolisian bahwa di dalam brankas LPD tersimpan uang tunai Rp 85 juta yang disimpan kurang lebih sejak tiga hari lalu. "Di samping itu juga ada surat-surat penting lainnya berupa BPKB dan sertifikat yang merupakan jaminan nasabah," ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya pun kemudian melakukan olah TKP dan didapati salah satu jendela LPD rusak. "Jadi modusnya pelaku masuk dengan mencongkel jendela, dan mengangkat brankas lalu mengambil uang tunai yang ada di dalam Brankas LPD," imbuhnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait aksi pencurian tersebut. "Kami sudah minta keterangan saksi, melakukan olah TKP, hingga menurunkan anjing pelacak, jadi saat ini masih lidik," pungkasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia