Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

PHRI Jembrana Tolak Wacana Menparekraf Soal Wisata Ramah Muslim

13 November 2019, 22: 51: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

PHRI Jembrana Tolak Wacana Menparekraf Soal Wisata Ramah Muslim

Ketua PHRI Jembrana I Nyoman Suantaya (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Wacana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wisnuthama Kusubandio menyulap Bali menjadi daerah wisata yang ramah terhadap wisatawan muslim menuai protes.

Ketua PHRI Jembrana I Nyoman Suantaya, Rabu (13/11) mengatakan, pihaknya tidak sejalan dengan wacana yang diungkapkan oleh Wisnuthama, lantaran selama ini pariwisata Bali sudah sangat hebat dengan konsep pariwisata budaya Bali yang bernapaskan agama Hindu. Menurutnya, yang diperlukan Bali sekarang ini adalah fokus terhadap pengembangan pariwisata di Bali, pengurangan kemacetan transportasi, keamanan dan kenyamanan tamu serta promosi. “Jangan sampai ada diskriminasi wisata. Kalau wisata religi.. ya silakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Suantaya mengatakan, pariwisata budaya dalam perkembangan dan pengembangannya memanfaatkan kebudayaan daerah yang dijiwai oleh agama Hindu yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional. “Bahwa adat, seni dan budaya Bali sebagai potensi dasar yang dominan, di dalamnya tersirat satu cita-cita akan adanya hubungan timbal balik antara pariwisata dan kebudayaan,” jelasnya.

Terlepas dari wacana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, khusus untuk pariwisata di Kabupaten Jembrana, yang diperlukan sekarang ini yakni perbaikan fasilitas di daerah tujuan wisata. Suantaya mencontohkan akses jalan ke hotel Taman Wana Palasari, lampu penerangan jalan di daerah pantai Yehsumbul dan lain-lain.

Selain itu, sangat diharapkan juga peran pemerintah untuk promosi dengn event dan Pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) untuk lebih mengefektifkan promosi pariwisata Jembrana pada kususnya. Pihaknya sangat berharap, dalam hal ini Pemkab Jembrana, mampu mengundang dan membantu investor untuk berinvestasi di Jembrana membuat man made tourist attraction. Di samping itu juga memberikan atmosfer yang positif untuk berinvestasi terkait membantu perizinan. “Harapan kami untuk kemajuan pariwisata Jembrana adalah  adanya sinergitas yang benar-benar nyata sebagai assosiasi dengan instansi terkait bagi perkembangan pariwisata Jembrana. Baik penataan secara administrasi keberadaan kegiatan usaha pariwisata, promosi maupun penataan daerah tujuan wisata yang ada di Jembrana,” pungkasnya.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia