Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

DTW Candi Tebing Sasar Wisatawan Eropa

13 November 2019, 23: 02: 09 WIB | editor : Nyoman Suarna

DTW Candi Tebing Sasar Wisatawan Eropa

CANDI TEBING : Seorang wisatawan tengah mengunjungi Candi Tebing Tegallinggiah, Kecamatan Blahbatuh, Rabu (13/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS -  Daya Tarik Wisata (DTW) Candi Tebing Tegallinggah, Kecamatan Blahbatuh telah diresmikan sekitar sebulan lalu. Untuk meningkatkan kunjungan ke objek wisata itu, Dinas Pariwisata Daerah Gianyar mengoptimalkan promosi. Melihat dari objek yang ada berupa peninggalan sejarah, dipastikan sasarannya adalah wisatawan asal Eropa. 

Kadisparda Gianyar Anak Agung Gde Putrawan menjelaskan, rata-rata objek wisata di Kabupaten Gianyar ada di ruangan terbuka karena kebanyakan merupakan situs peninggalan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. "Kami sedang berupaya mengangkat DTW Candi Tebing Tegalinggah ini dengan optimal,"  jelasnya, Rabu (13/11). 

Ia juga menyampaikan, dalam upaya mengangkat DTW Candi Tebing Tegalinggah, pihaknya saat ini mengoptimalkan promosi. Salah satunya dengan melalui website Disparda Gianyar hingga koordinasi dengan para agent wisata yang ada. Menurutnya, untuk situs sejarah, biasanya menjadi pilihan kunjungan untuk wisatawan Eropa, Rusia dan sekitarnya.

"Kami lakukan promosi yang tepat, dengan menentukan wisatawan mana, dari negara mana yang banyak tertarik dengan situs seperti ini," jelasnya. 

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan, sementara ini wisatawan Asia kurang tertarik dengan situs seperti tersebut, sehingga promosi akan lebih concern dulu dilakukan kepada wisatawan  Eropa dan sekitarnya. 

Sampai saat ini, terhitung berkisar puluhan wisatawan yang mendatangi DTW Candi Tebing Tegalinggah setiap minggu. Pihaknya pun optimistis tahun depan objek yang dekat dengan Ubud itu bisa lebih ramai dikunjungi para wisatawan. Putrawan juga berharap, dengan dibukanya DTW Candi Tebing Tegalinggah, dapat mengangkat potensi daerah, hingga akhirnya berimbas untuk kemajuan masyarakat sekitarnya. 

"Sampai sekarang sudah ada puluhan wisatawan yang berkunjung. Tentu kita harus optimistis agar kunjungan terus meningkat. Tujuan besarnya untuk memelihara situs yang ada, dan situs tetap terjaga tidak terbengkalai," tandasnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia