Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Female DJ Tira Haze; Jatuh Cinta Lantaran Campus Night

14 November 2019, 12: 34: 10 WIB | editor : I Putu Suyatra

Female DJ Tira Haze; Jatuh Cinta Lantaran Campus Night

BUNGKUS : Tira mengingatkan, menilai DJ wanita jangan dilihat dari 'bungkus' luarnya saja. (ISTIMEWA)

Share this      

KUTA, BALI EXPRESS - Bagi sebagian party lovers, mungkin sudah mengenal DJ cantik  Embun Setara Kemilau yang  dikenal dengan nama stage female disc jockey (DJ) Tira Haze. Perempun yang mulai mengenal  DJ sejak 2009 ini, belajar di Trinity DJ School Jakarta, dan mengawali gigs pertamanya tahun 2010.

Berkat keseriusan dan kegigihannya menjalani peran sebagai peramu musik,  membuat nama Tira kian ‘mengudara’. Apalagi aksinya  sangat atraktif. Mulai dari  trap, twerk, hingga RNB menjadi suguhan musik yang dominan ia perlihatkan. Berkat skillnya dalam DJ-ing, Tira berhasil masuk Top-30 DJanemag Indonesia dan menduduki peringkat ke-30 pada 2018 lalu.  Ada  motivasi khusus yang mendasari Tira untuk serius menggeluti industri panggung hiburan malam.


Dara cantik yang sempat ‘menghipnotis’ crowd Bali beberapa waktu lalu ini, mengaku, ketertarikannya dan jatuh cinta menjadi DJ karena terinfluence penampilan hebat salah satu guest star female DJ di event Campus Night semasa kuliah dahulu.


“Waktu itu aku pertama kali datang ke acara Campus Night di salah satu cafe bola di daerah Thamrin. Ada DJ perempuan nge-DJ tampil sangat hebat. Nah, di situ aku penasaran ingin bisa dan karena aku suka sama musik, jadi kenapa tidak aku coba,” jelas Tira kepada Bali Express (Jawa Pos Group), baru baru ini.


Sejak saat itu, dara kelahiran 31 Oktober 1989 tersebut, mulai serius mempelajari teknik serta beragam genre Electronic Dance Music (EDM).


Tidak disangka, berawal dari sekadar menjalankan hobi di dunia musik, pelan-pelan berubah menjadi passion yang sangat nyaman ia geluti. “Saya pikir semua orang bisa belajar jadi DJ. Karena menurut aku, tidak terlalu sulit. Yang terpenting adalah aktivitas kita sebagai DJ harus bisa tekun kalau ingin buat  profesi. Fokus dan nggak setengah-setengah. Bukan karena hanya satu sisi saja, tapi alangkah baiknya karena memang peran ini juga merupakan passion di musik,” tutur Tira.


Pengalaman unik selama menggeluti profesi DJ, bagi Tira sangat banyak. Mulai dari kerap dirayu kaum adam hingga ketika merasakan euforia serta antusias crowd saat mulai tampil di balik turning table. “Pengalaman unik, semuanya buat aku unik. karena uniknya profesi DJ itu, bisa liat respon crowd yang mendengar set kita main, sukses atau nggak. Kebetulan aku suka musik, jadi aku suka dengan hal-hal yang berbau enjoy sama musik. Aku kadang suka nyanyi atau cover dance buat seru-seruan juga. Dan hal itu yang juga aku perlihatkan. Jadi, kita bisa lihat respon crowd dengan set kita main. Kita bisa enjoy sama profesi kita, ikut hype bareng crowd deh pokoknya,” ujar Tira tersenyum.


Berkat keseriusannya itu, Tira pun mendapat kesempatan untuk tampil dari panggung ke panggung. Tak hanya di kota besar di Tanah Air, akan tetapi di beberapa gigs internasional ikut terlibat. “Alhamdulillah saya sudah pernah show dimana-mana. Keliling kota-kota di Indonesia. Dan, beberapa event di Malaysia. Intinya never stop to hype together with crowds. Dan, mungkin itu ciri khas dari aku saat perform. Aku akan selalu hype dan enjoy bareng crowd,” aku Tira.


Baginya yang menjadi perhatian selama menggeluti peran sebagai peramu musik EDM adalah tetap mengikuti passion, terus melatih skill, fokus, dan menjaga attitude yang baik.


Mengingat, perkembangan female DJ saat ini kian diminati  kawula muda yang hadir bersama beragam stigma negatif. “Perkembangan profesi DJ sekarang terus terang sangat welcome dan turut bangga, karena semakin banyak anak-anak muda yang tidak takut untuk mencoba, cari jati diri passionnya dimana. Jadi beberapa hal terkait attitude dan profesionalitas wajib dimiliki setiap DJ,” imbuhnya.
Sementara itu, menanggapi female DJ yang kini hanya bermodalkan paras cantik dan tubuh seksi, Tira mengaku untuk tidak berkomentar banyak. Baginya, berpenampilan ‘berani’ adalah hak masing-masing talent DJ. “Ya bagi aku untuk hal ini, balik lagi ke diri masing-masing tiap DJ-nya. Kita tidak bisa mengontrol setiap pikiran atau pandangan orang lain. Sebagai DJ, kita hanya bisa menunjukkan jati diri kita seperti apa. Di samping image negatif tersebut, yang harus di ingat juga ya, don’t judge the book by the cover,” tutup Tira. Maksudnya, jangan lihat dan nilai orang dari tampilan kulit luar atau bungkusnya, liat isi atau hatinya. 

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia