Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Usai Ditahan akibat Kasus Pemalsuan Dukomen, WNA Nigeria Dideportasi

14 November 2019, 18: 21: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

Usai Ditahan akibat Kasus Pemalsuan Dukomen, WNA Nigeria Dideportasi

DEPORTASI : WNA asal Nigeria, Charles Goerge Albert, digiring ke mobil yang membawanya ke Bandara Internasional Ngurah Rai untuk dideportasi ke negara asalnya Nigeria. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Masih ingat dengan kasus pemalsuan dokumen keimigrasian yang dilakukan warga negara asing (WNA) asal Nigeria bernama Charles George Albert, 35. Setelah menjalani hukuman penjara di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja, Mei 2018, Charles akhirnya secara resmi dideportasi oleh pihak Imigrasi Kelas II Singaraja ke negara asalnya, Kamis (14/11).

Carles sebelumnya divonis hukuman selama 1 tahun 8 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Singaraja pada pertengahan tahun 2018. Ia dinyatakan bersalah setelah melanggar Pasal 126 huruf c UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Charles telah melakukan pemalsuan dokumen pengajuan permohonan penerbitan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI), memakai identitas milik orang lain. 

Carles akhirnya resmi dinyatakan bebas dari hukuman penjara per 13 November 2019. Setelah dinyatakan bebas, Carles langsung dijemput pihak Imigrasi Kelas II Singaraja untuk dibawa ke Ruang Detensi Imigrasi untuk dideportasi. Carles dideportasi melalui Bandara Ngurah Rai, Denpasar dengan mendapat pengawalan ketat dari petugas Imigrasi Singaraja.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasi (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Thomas Aries Munandar mengatakan, pendeportasian Charles dilakukan berdasarkan peraturan keimigrasian.

 "Dia telah dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran keimigrasian dan divonis penjara 1 tahun 8 bulan penjara. Per hari Rabu (13/11) dia bebas dan langsung kami jemput dan ditempatkan di ruang detensi sebelum kami deportasi," kata Thomas.

 Charles ditahan pihak Kantor Imigrasi Singaraja, setelah diketahui melakukan pelanggaran tindak pidana keimigrasian. Bahkan, Charles sempat menjadi DPO Imigrasi karena beberapa kali tidak memenuhi panggilan. Bukan itu saja, PN Singaraja sempat menolak gugatan praperadilan yang diajukan Charles terkait kasus yang menjeratnya.

Charles didakwa melanggar Pasal 126 huruf c UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. "Ya, saat itu dia telah memberikan data yang tidak sah untuk memperoleh pasport Indonesia bagi dirinya sendiri atau orang lain, sesuai Pasal 126 huruf C. Dan pihak pengadilan menyatakan bersalah," imbuhnya.

Menurut rencana, Charles akan terbang ke negara asalnya pada pukul 19.00 Wita. Selain deportasi, Thomas menegaskan, pihak Imigrasi Singaraja juga akan mengambil tindakan pencekalan terhadap Charles.

Hanya saja upaya pencekalan ini, masih perlu dilakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kepala Imigrasi Singaraja. "Pencekalan masih kami koordinasikan untuk jangka waktunya, bisa 6 bulan atau sampai 2 tahun," pungkas Thomas.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia