Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bawa Sabu, Oknum PNS Pemkab Bangli Dituntut 6 Tahun Penjara

14 November 2019, 18: 49: 43 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bawa Sabu, Oknum PNS Pemkab Bangli Dituntut 6 Tahun Penjara

SIDANG : Oknum PNS Pemkab Bangli I Nengah Muliartawan alias Sangut, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bangli, Kamis (14/11). (ISTIMEWA)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Sidang kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu (SS) dengan terdakwa oknum PNS Pemkab Bangli I Nengah Muliartawan alias Sangut, 39, dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Bangli, Kamis (14/11). Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, Jaksa Penutut Umum (JPU) Anak Agung Gede Hendrawan menuntut terdakwa 6 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsidair 4 bulan penjara.

Di hadapan sidang dengan Ketua Majelis Hakim Anak Agung Putra Wiratjaya, JPU menyatakan Sangut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dalam dakwaan subsidair. Hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika dan psikotropika. Sedangkan hal meringkan, terdakwa mengakui perbuatannya dan berlaku sopan dalam persidangan, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, terdakwa belum pernah dihukum, dan terdakwa berstatus PNS yang menghidupi istri dan anaknya dari penghasilan sebagai PNS.

Atas tuntutan itu, Sangut melalui penasehat hukumnya I Ketut Dody Arta Kariawan menegaskan akan mengajukan pledoi (pembelaan) secara tertulis pada sidang Kamis (21/11) mendatang.  Dody menganggap tuntutan itu terlalu tinggi. Padahal saat ditangkap, kliennya sempat nyabu. Dibuktikan dengan hasil tes urine, dan itu terungkap pada persidangan. Namun dalam tuntutan JPU tidak mencantumkan sebagai pemakai sebagaimana Pasal 127 UU Narkotika, melainkan menuntut sesuai Pasal 112. “Isi pledoi nanti, salah satunya itu,” kata Dody.

Sangut ditangkap Satresnarkoba Polres Bangli saat melintas mengendarai sepeda motor DK 8032 PI di Jalan Raya Bangli-Gianyar wilayah Desa Bunutin, Bangli pada Senin 22 Juli 2019 sekitar pukul 19.00.  Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan dua potong pipet warna orange. Di dalamnya terdapat plastik klip bening berisi SS dengan berat bruto masing-masing 1,04 gram dan 1,06 gram. Barang tersebut disembunyikan dalam lubang tali helm yang dipakai Sangut.

Penggeledahan juga dilakukan di ruang Bagian Hukum kompleks Kantor Bupati Bangli. Di sana polisi menemukan satu buah kotak parfum yang di dalamnya berisi satu buah timbangan elektrik. Ditemukan pula dua bendel plastik bening, dua buah isolasi bening, tisu, satu buah dompet yang di dalamnya berisi tiga buah korek api gas, satu buah gunting serta satu buang bong. Barang-barang tersebut disimpan di salah satu laci rak almari arsip.

Dalam persidangan, terdakwa memberikan keterangan bahwa SS tersebut didapat dari sesorang bernama Agustian. Dua paket SS itu diambil di suatu tempat di Jalan Tukad Badung, Denpasar. Pembayarannya dilakukan dengan cara transfer. Kembali dari Denpasar dengan membawa SS, dia diberhentikan oleh polisi dari Satresnarkoba Polres Bangli di Jalan Raya Bangli-Gianyar, wilayah Desa Bunutin, Bangli.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia