Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Lagi, TAPD Tak Hadir Rapat Kerja, Banggar Bangli Geram

14 November 2019, 20: 00: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lagi, TAPD Tak Hadir Rapat Kerja, Banggar Bangli Geram

Satria Yudha (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Lagi-lagi, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli dibuat geram oleh sikap Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bangli dan beberapa OPD. Seperti Dinas Perhubungan, Kesbangpol dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman. Sebab, saat diundang rapat kerja, Kamis (14/11) pukul 10.00, tak satu pun datang ke dewan. Sekretaris Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) AA Trisnawijaya datang siang hari mewakili kepala OPD-nya. Rapat pun batal digelar.

Sejumlah anggota Banggar tak kuasa menahan kesal. Sebab sebagaimana dikatakan anggota Banggar Satria Yudha, hal seperti itu sering terjadi. Pihak eksekutif seenaknya tidak hadir, tanpa alasan. Padahal, undangan sudah dilayangkan secara tertulis, dan lisan disampaikan pada rapat kerja sebelumnya. Ketua Komisi I ini menyebutkan, rapat kerja kemarin agendanya pembahasan plafon anggaran kaitan dengan rencana APBD 2020.  “Sebagian besar anggota Banggar sudah hadir. Itu karena dewan serius,” ungkapnya.

Menurutnya, pembahasan harus dilakukan segera mengingat batas waktu pengesahan APBD 2020 semakin mepet, yakni paling lambat 30 November harus sudah ketok palu. Jangan sampai, kata politikus PDIP itu, setelah waktu semakin mepet, baru kemudian eksekutif mendesak dewan menyetujui APBD. “Kami tidak ingin pembahasan dilakukan kejar-kejaran,” tegasnya.

Dewan menginginkan pembahasan APBD dilakukan serius dan detail karena tidak ingin karut-marut APBD 2019 terulang lagi. Misalnya banyak kegiatan tidak terlaksana gara-gara tidak ada duit sebagai imbas dari perencanaan yang kurang cermat. Ketika sudah dirancang kegiatan, ternyata dalam anggaran berjalan tidak ada uang. “Kami serius membahas biar tidak urusan masyarakat terzalimi,” tegasnya lagi.

Anggota Banggar lainnya I Made Sudiasa mencurigai, eksekutif sengaja mengulur-ulur waktu pembahasan supaya semakin mepet. Sehingga dengan terpaksa dewan menyetujui. Tanpa pembahasan secara mendetail. “Saya lihat ada aura-aura sengaja. Biar waktu semakin mepet, lalu minta ketok palu,” kata Sudiasa.

Sekretaris BKPAD AA Trisnawijaya mengatakan, ia datang ke dewan siang hari karena ditugaskan mendadak oleh Kepala BKPAD Gede Suryawan. Katanya, Suryawan tidak bisa hadir karena sedang ada tugas ke luar daerah.

Rapat Banggar dengan TAPD batal digelar juga sempat terjadi Jumat (11/10) lalu. Persoalannya sama, ketika Banggar sudah siap, namun dari TAPD hanya hadir Sekretaris BKPAD AA Trisna Wijaya, didampingi bawahannya I Nengah Astawa. Banggar pun kecewa.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia